Sembako

Harga Sembako Surabaya Mulai Stabil Setelah Lebaran Tahun Ini

Harga Sembako Surabaya Mulai Stabil Setelah Lebaran Tahun Ini
Harga Sembako Surabaya Mulai Stabil Setelah Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pokok di berbagai daerah biasanya mengalami perubahan menjelang dan setelah momen hari besar keagamaan.

Setelah periode Lebaran, kondisi pasar di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penyesuaian harga, termasuk di Jawa Timur. Beberapa komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan mulai menunjukkan penurunan, sementara sebagian lainnya relatif stabil.

Di Surabaya dan wilayah Jawa Timur secara umum, harga sejumlah bahan pangan terpantau mengalami pergerakan yang lebih landai. Penurunan harga terlihat pada beberapa komoditas penting seperti telur ayam kampung, daging ayam kampung, hingga berbagai jenis cabai. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga setelah periode belanja tinggi selama Lebaran.

Pemantauan harga sembako secara rutin menjadi hal yang penting bagi masyarakat. Informasi ini membantu konsumen merencanakan pengeluaran harian dengan lebih baik, sekaligus memberikan gambaran kondisi pasar yang sedang terjadi. Dengan mengetahui perkembangan harga terkini, masyarakat dapat menyesuaikan pola konsumsi dan belanja agar tetap efisien.

Pergerakan Harga Sembako Di Jawa Timur

Harga bahan pokok di Jawa Timur diketahui terus mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan pasokan, distribusi barang, hingga tingkat permintaan masyarakat.

Pada hari ini, pergerakan harga sembako menunjukkan kecenderungan yang cukup stabil. Sebagian besar komoditas utama tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan. Bahkan beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Namun demikian, terdapat satu komoditas yang tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni garam bata. Sementara itu, harga sejumlah bahan pangan seperti telur ayam kampung, daging ayam kampung, serta beberapa jenis cabai mengalami penurunan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar bahan pokok di wilayah Jawa Timur mulai kembali stabil setelah periode permintaan yang tinggi selama Lebaran. Stabilitas harga menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Daftar Harga Sembako Terbaru Di Jawa Timur

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, berikut daftar harga sembako terbaru yang tercatat pada Kamis, 26 Maret 2026:

  1. Beras premium: Rp 14.783/kg
  2. Beras medium: Rp 12.858/kg
  3. Gula kristal putih: Rp 17.019/kg
  4. Minyak goreng curah: Rp 19.467/kg
  5. Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.705/liter
  6. Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.563/liter
  7. Minyak goreng Minyakita: Rp 16.2065/liter
  8. Daging sapi paha belakang: Rp 126.701/kg
  9. Daging ayam ras: Rp 41.634/kg
  10. Daging ayam kampung: Rp 69.669/kg
  11. Telur ayam ras: Rp 29.681/kg
  12. Telur ayam kampung: Rp 44.834/kg
  13. Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.432 370 gr/kl
  14. Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.374 370 gr/kl
  15. Susu bubuk merek Bendera: Rp 40.883 400 gr/dos
  16. Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.008 400 gr/dos
  17. Garam bata: Rp 2.061
  18. Garam halus: Rp 9.184/kg
  19. Cabai merah keriting: Rp 35.723/kg
  20. Cabai merah besar: Rp 38.908/kg
  21. Cabai rawit merah: Rp 67.448/kg
  22. Bawang merah: Rp 36.778/kg
  23. Bawang putih: Rp 31.082/kg
  24. Gas elpiji: Rp 19.796

Data harga tersebut menjadi acuan penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam memantau kondisi pasar bahan pokok.

Komoditas Yang Mengalami Kenaikan Dan Penurunan Harga

Berdasarkan pemantauan harga hari ini, hanya satu komoditas yang tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan. Komoditas tersebut adalah garam bata yang naik sebesar Rp 285 atau sekitar 16,08 persen dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Sementara itu, beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga yang cukup terlihat. Penurunan ini terjadi pada sejumlah bahan pangan yang sering digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

Harga telur ayam kampung mengalami penurunan sebesar Rp 1.683 atau sekitar 3,62 persen. Selain itu, daging ayam kampung juga tercatat turun Rp 2.238 atau sekitar 3,11 persen.

Penurunan harga juga terlihat pada berbagai jenis cabai. Harga cabai merah keriting turun Rp 1.330 atau sekitar 3,59 persen, sementara harga cabai merah besar turun Rp 1.463 atau sekitar 3,62 persen. Cabai rawit merah bahkan mengalami penurunan yang lebih besar, yakni Rp 4.175 atau sekitar 5,83 persen.

Turunnya harga beberapa komoditas tersebut menunjukkan adanya peningkatan pasokan atau penurunan permintaan setelah masa Lebaran.

Pentingnya Memantau Harga Kebutuhan Pokok

Memantau harga sembako merupakan hal penting bagi masyarakat. Selain membantu merencanakan pengeluaran rumah tangga, informasi harga juga dapat memberikan gambaran kondisi ekonomi di tingkat daerah.

Sembako sendiri merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Komoditas tersebut mencakup berbagai bahan pangan penting yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sembilan kebutuhan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Di luar sembilan komoditas tersebut, terdapat pula sejumlah bahan dapur lain yang memiliki peran penting dalam aktivitas memasak sehari-hari. Salah satu contohnya adalah cabai yang sering digunakan dalam berbagai masakan khas Indonesia.

Karena itu, perkembangan harga cabai juga sering menjadi perhatian masyarakat. Perubahan harga komoditas ini dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga yang mengonsumsi cabai dalam jumlah cukup besar.

Dengan kondisi harga yang mulai stabil setelah Lebaran, masyarakat diharapkan dapat kembali menata pengeluaran rumah tangga secara lebih terencana. Stabilitas harga bahan pokok juga menjadi indikator penting bagi kestabilan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat secara umum.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index