Multivision

Multivision Siapkan Rights Issue Perkuat Ekspansi Bioskop Nasional

Multivision Siapkan Rights Issue Perkuat Ekspansi Bioskop Nasional
Multivision Siapkan Rights Issue Perkuat Ekspansi Bioskop Nasional

JAKARTA - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menyiapkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,36 miliar lembar saham baru. 

Menurut keterbukaan informasi, saham ini akan diterbitkan maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Besaran saham yang diterbitkan diperkirakan mencapai 1.362.724.000 lembar.

RAAM, yang masih dikendalikan oleh produser film Tanah Air Raam Jethmal Punjabi dengan kepemilikan 67,50% atau 4,59 miliar saham, juga dimiliki oleh PT MNC Digital Entertainment 9,09%, PT Tripar Multi Image 0,68%, dan masyarakat 22,73% atau 1,54 miliar saham. 

Jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 6,81 miliar lembar saham, dengan nominal Rp60 per saham.

Manajemen RAAM menegaskan, "Apabila pemegang saham perseroan tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu yang menjadi haknya akan mengalami dilusi kepemilikan sampai sebanyak-banyaknya sebesar 16,67%."

Penggunaan Dana Rights Issue untuk Modal Kerja dan Investasi

Dana hasil rights issue akan dialokasikan ke dua pos utama. Pertama, modal kerja yang mencakup pembiayaan kegiatan produksi film, pemasaran hasil produksi, serta investasi pada bidang usaha lain yang mendukung pengembangan usaha RAAM. 

Kedua, dana akan disuntikkan ke anak usaha RAAM, PT Platinum Sinema, untuk membangun dan mengoperasikan 50 teater baru di berbagai kota di Indonesia.

RAAM merencanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 5 Mei 2026, untuk meminta persetujuan pemegang saham. Rights issue dijadwalkan berlangsung selama maksimal 12 bulan setelah persetujuan tersebut, meskipun harga saham baru belum diumumkan.

Manajemen menegaskan, aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan perseroan dan entitas anak, sehingga diharapkan mampu mendukung kinerja perusahaan ke depan. 

"Perseroan merencanakan untuk melaksanakan PMHMETD dengan menggunakan Laporan Keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit atau tanggal lain dengan memperhatikan Pasal 8 ayat (3) POJK No. 32/2015," tulis manajemen.

Kinerja Keuangan RAAM Sepanjang Periode Terkini

Berdasarkan laporan keuangan hingga September 2025, RAAM membukukan pendapatan Rp145,42 miliar, turun 12,82% dibanding periode sama 2024 sebesar Rp166,81 miliar. 

Segmen film tetap menjadi kontributor utama dengan Rp66,23 miliar, meski menurun 20,17% YoY. Pendapatan segmen penjualan tiket dan TV berbayar justru tumbuh masing-masing 23,17% dan 16,25% YoY.

Segmen makanan dan minuman menunjukkan kenaikan signifikan, naik 56,76% YoY menjadi Rp16,71 miliar. Hanya segmen sinetron yang tidak membukukan pendapatan pada periode ini. 

Namun, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp126,00 miliar dari Rp95,42 miliar, sehingga laba bruto RAAM hanya Rp19,42 miliar, turun 72,79% YoY dibandingkan Rp71,39 miliar pada periode sama 2024.

Beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp81,87 miliar dari Rp72,19 miliar, sehingga RAAM hanya mampu memperkecil rugi menjadi Rp20,29 miliar, lebih baik dibanding rugi Rp112,58 miliar periode sama 2024.

Posisi Neraca dan Struktur Kepemilikan

Dari sisi neraca, RAAM mencatat total aset Rp1,65 triliun per September 2025, turun dari Rp1,71 triliun pada Desember 2024 karena penurunan aset lancar dan tidak lancar. Liabilitas RAAM juga menyusut menjadi Rp343,15 miliar dari Rp385,05 miliar, sementara total ekuitas tercatat Rp1,31 triliun, sedikit turun dari Rp1,33 triliun.

Rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan ini, mendukung ekspansi 50 bioskop baru, serta memberikan tambahan dana untuk kegiatan produksi dan pemasaran. 

Dengan langkah strategis ini, RAAM berupaya memperkuat posisinya di industri film nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas dan keandalan entitas anaknya untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index