JAKARTA - Perawatan wajah di usia matang kerap menjadi perhatian banyak perempuan, terutama ketika tanda-tanda penuaan mulai tampak lebih jelas.
Namun, tidak semua orang memilih jalan instan seperti operasi plastik atau prosedur invasif. Ada juga yang justru lebih nyaman dengan perawatan sederhana, konsisten, dan minim risiko.
Hal inilah yang ditunjukkan oleh penyanyi Yuni Shara, yang tetap terlihat awet muda di usianya yang hampir menginjak 54 tahun.
Di tengah tren estetika modern yang menawarkan berbagai tindakan bedah maupun suntik, Yuni justru mengambil pendekatan yang berbeda.
Ia mengaku lebih memilih perawatan non bedah dan rutinitas sederhana di rumah. Keputusan itu bukan tanpa alasan.
Selain karena merasa cukup dengan pola hidup sehat dan perawatan dasar, Yuni juga mengaku memiliki ketakutan terhadap jarum suntik serta trauma akibat pengalaman perawatan kulit di masa lalu.
Pilihan Yuni Shara Menjaga Penampilan Tetap Alami
Penyanyi Yuni Shara terlihat muda di usianya yang hampir 54 tahun. Selama ini, Yuni mengaku hanya melakukan perawatan sederhana, bukan operasi plastik karena ia takut jarum suntik.
“Perempuan harus tahu bahwa semua terlahir cantik. Karena itu kita harus menghargai diri kita dengan merawat diri, dengan olahraga. Tapi saya kebetulan bukan orang yang suka perawatan berlebihan, apalagi saya takut jarum suntik dan pernah trauma dilaser kulit muka saya malah jadi gosong,” aku Yuni Shara ditemui di peluncuran Oligio X, perawatan lifting tanpa operasi, di Jakarta, Minggu.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Yuni tidak hanya menekankan pentingnya merawat diri, tetapi juga menerima proses alami tubuh.
Baginya, kecantikan bukan semata hasil tindakan estetika berlebihan, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan pola pikir seperti itu, Yuni memilih jalur perawatan yang lebih aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisinya.
Sikap Yuni ini juga menjadi gambaran bahwa di tengah maraknya tren kecantikan, perempuan tetap bisa tampil menarik tanpa harus menempuh prosedur ekstrem. Kunci utamanya adalah konsistensi dan mengenali kebutuhan diri.
Rutinitas Sederhana yang Dilakukan Setiap Hari
Selama ini, kata Yuni, ia melakukan perawatan yang sederhana di rumah. “Bangun pagi setelah salat subuh saya olahraga stretching di kamar, lalu keluar menyapa dan menyirami tanaman, lanjut sarapan dengan telur rebus dan pepaya, lalu ngopi, buka handphone dan baca koran. Begitu terus setiap hari,” kata Yuni.
Rutinitas harian itu terdengar sangat sederhana, tetapi justru menjadi fondasi penting dalam menjaga kebugaran dan penampilan. Mulai dari stretching di pagi hari, aktivitas ringan di rumah, hingga pola makan yang teratur, semuanya dilakukan secara konsisten. Kebiasaan seperti ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dapat memberikan dampak besar terhadap kondisi tubuh dan kulit.
Tak hanya dari sisi aktivitas fisik dan pola makan, Yuni juga menjalani perawatan kulit yang sangat mendasar. “Setelah mandi pagi, saya pakai krim pagi dan sunscreen dari dokter.
Malam sebelum tidur saya pakai pembersih wajah, toner, dan krim malam. Sesimpel itu saja,” ujar Yuni yang mengaku baru memakai sunscreen saat umurnya 50 tahun.
Pengakuan tersebut cukup menarik karena memperlihatkan bahwa perawatan kulit tidak harus rumit. Bahkan, Yuni baru mulai memakai sunscreen di usia 50 tahun.
Meski begitu, ia tetap menunjukkan bahwa langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan disiplin bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Saat Penuaan Mulai Terlihat dan Solusi Non Bedah Dipilih
Namun tak dipungkiri, penuaan memang tidak bisa dilawan. Belakangan Yuni mengaku otot pipinya mulai turun dan garis senyum mulai dalam.
“Nah, aku coba perawatan dengan Oligio X karena ini cukup simpel, tidak ada pembedahan, dan tidak ada rasa sakit. Tiga kali perawatan pipiku lebih naik,” kata pelantun lagu lawas Hilang Permataku.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yuni tetap realistis terhadap proses penuaan. Ia tidak menolak kenyataan bahwa perubahan pada wajah akan terjadi seiring bertambahnya usia.
Namun, ketika mulai merasakan adanya perubahan seperti pipi yang turun dan garis senyum yang makin dalam, Yuni memilih solusi yang menurutnya tetap nyaman: perawatan non bedah.
Pilihan terhadap Oligio X pun menjadi jalan tengah antara keinginan merawat diri dan keengganannya terhadap prosedur yang invasif.
Menurut Yuni, perawatan ini cukup simpel, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak membutuhkan pembedahan. Hasil yang ia rasakan setelah tiga kali treatment pun membuatnya merasa pipi terlihat lebih terangkat.
Bagi banyak perempuan, pendekatan seperti ini bisa menjadi alternatif menarik. Ketika tanda penuaan mulai muncul, tidak semua harus diselesaikan dengan operasi plastik. Teknologi perawatan modern kini menawarkan opsi yang lebih praktis dan minim rasa sakit.
Penjelasan Dokter Soal Teknologi Oligio X
dr Almond Wibowo, head doctor Privee Clinic mengungkapkan, masalah perempuan usia di atas 40 tahun umumnya adalah pipi kendur.
“Perempuan di atas usia 40 tahun umumnya mengeluhkan masalah pipi kendur dan garis senyum yang semakin dalam. Apalagi kalau sudah mengalami menopause, lemak/estrogen di kulit semakin tipis dan kulit semakin kendur,” kata dr Almond.
Penjelasan ini mempertegas bahwa keluhan yang dialami Yuni merupakan hal yang umum terjadi pada perempuan di usia matang.
Penurunan elastisitas kulit, perubahan hormon, serta menipisnya lapisan lemak alami di wajah membuat area pipi menjadi lebih kendur dan garis senyum tampak makin jelas.
Teknologi Oligio X, kata dr Almond diharapkan dapat memberikan solusi perawatan lifting (pengangkatan) yang lebih nyaman dengan downtime yang minimal.
“Oligio X merupakan teknologi generasi terbaru berbasis radiofrequency yang berfokus pada pengencangan kulit, stimulasi kolagen, serta peningkatan elastisitas kulit secara alami,” terang dr Almond.
Teknologinya dilengkapi dengan cooling system terkini yang mampu memberikan cooling burst di setiap shot sehingga membantu mengurangi rasa panas, sambil menjaga energi tetap bekerja optimal.
Hasilnya, kulit terasa lebih kencang, hasil tightening lebih konsisten di seluruh area treatment, dan tetap nyaman untuk pasien dengan minimum downtime dan minimum rasa sakit.
“Teknologi ini dirancang untuk memberikan hasil yang optimal dengan prosedur yang lebih nyaman, aman, dan minim risiko, sehingga menjadi salah satu inovasi terbaru dalam dunia perawatan estetika non-surgical atau non bedah,” kata dr Almond.
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa Oligio X diposisikan sebagai salah satu inovasi terbaru di bidang estetika non bedah. Fokusnya bukan hanya pada hasil pengencangan kulit, tetapi juga kenyamanan pasien selama menjalani prosedur.
Dengan sistem pendingin modern dan minim downtime, perawatan ini menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi perempuan yang ingin tampil segar tanpa harus menempuh operasi plastik.