JAKARTA - Pengelolaan sampah kini tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi energi nasional.
Pemerintah terus mendorong transformasi sampah menjadi sumber energi melalui berbagai proyek strategis.
Salah satu langkah terbaru datang dari Danantara Indonesia yang kembali membuka peluang investasi melalui lelang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah.
Kebijakan ini mencerminkan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan energi terbarukan.
Dengan menggandeng investor dalam dan luar negeri, pemerintah berharap proyek ini mampu memberikan solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Daftar Lokasi Proyek Yang Siap Dilelang
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menguraikan pelaksanaan proyek Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) di Tanah Air. Ada 6 lokasi proyek yang rencananya akan dilelang lagi.
Zulkifli bilang, 6 lokasi proyek Waste to Energy (WtE) itu akan ditawarkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM). Verifikasi telah dilakukan terhadap enam lokasi proyek.
"Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, Medan Raya. Ini sudah selesai. Dan sudah diverifikasi oleh Danantara akan segera dilelang," ungkap Zulkifli
Kesiapan lokasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana. Verifikasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aspek teknis dan kelayakan awal telah terpenuhi.
Proyek Gelombang Sebelumnya Dan Target Operasi
Sebelumnya, Danantara telah menujuk pemenang tender gelombang I WtE tadi. Keduanya merupakan perusahaan asal China yang akan menggarap di Kota Bekasi, Jawa Barat dan Denpasar, Bali. Sementara itu, Danantara juga membuka lelang untuk gelombang kedua.
Zulkifli menegaskan, penanganan sampah melalui cara ini telah jadi perintah Presiden Perabowo Subianto. Utamanya menyasar dengan jumlah 1.000 ton.
"Rapat hari ini kami sudah memutuskan, 4 lokasi sudah tender akan segera dibangun, 4 lokasi, Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta, sudah tender," kata dia.
Targetnya, proyek WtE gelombang pertama yang telah menggaet investor untuk terlibat ditargetkan beroperasi awal 2027. Gelombang berikutnya, ditergetkan selesai pada Mei 2028 mendatang.
Proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Peluang Investasi Dan Pembentukan Daftar Penyedia
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) telah resmi membuka pendaftaran baru bagi perusahaan yang berminat untuk menjadi calon mitra dalam pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari implementasi kerangka regulasi nasional dalam pengelolaan sampah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengolahan sampah perkotaan menjadi energi melalui teknologi ramah lingkungan.
"Melalui proses ini, Danantara Indonesia membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) yang berfungsi sebagai daftar prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi," tutur Director of Investment, Danantara Imvestment Management, Fadli Rahman.
Langkah ini menjadi pintu masuk bagi investor untuk berpartisipasi dalam proyek strategis nasional yang memiliki potensi jangka panjang.
Perluasan Minat Investor Dan Teknologi Global
Pembukaan DPT ini juga diharapkan dapat semakin memperluas minat investor dan mitra teknologi global untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah termutakhir di Indonesia.
Fadli mengatakan pembukaan kembali DPT dilakukan untuk meningkatkan pilihan teknologi dan memperluas pendanaan dari berbagai negara, serta semakin memperkuat investasi di dalam negeri.
“Pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global," tandasnya.
Dengan meningkatnya minat investor, proyek ini diharapkan dapat menghadirkan teknologi yang lebih canggih dan efisien dalam pengolahan sampah.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk energi.
Ke depan, proyek Waste to Energy berpotensi menjadi solusi strategis bagi kota-kota besar di Indonesia yang menghadapi tantangan pengelolaan sampah.
Dengan pendekatan yang terintegrasi antara teknologi, investasi, dan regulasi, Indonesia dapat mempercepat transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.