Wamendikdasmen Sebut SNT Jadi Pusat Mutu Pendidikan Daerah

Wamendikdasmen Sebut SNT Jadi Pusat Mutu Pendidikan Daerah
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berfungsi sebagai pusat mutu pendidikan di tingkat daerah guna mencetak generasi unggul, berkarakter, serta siap menjawab tantangan masa depan.

Menurutnya, ketersediaan SNT bukan sekadar menjadi kebanggaan wilayah setempat, melainkan juga bagian dari komitmen pemerintah dalam menempa generasi berkualitas dan calon pemimpin Indonesia mendatang.

Melalui rilis resmi di Jakarta pada Jumat, Wamendikdasmen Fajar turut memberi selamat kepada semua calon murid yang dinyatakan lulus seleksi.

Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi angkatan perdana SNT merupakan sebuah amanah yang mesti dijaga lewat ketekunan belajar, kerja keras, serta semangat untuk terus maju.

“SNT adalah simbol pusat mutu pendidikan yang ada di daerah masing-masing. Ketika Kabupaten Cianjur memiliki SNT, berarti Cianjur memiliki pusat mutu pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik bagi daerah maupun bangsa,” ujar Fajar.

Pemerintah, sambung Fajar, memberikan perhatian sangat besar terhadap kemajuan SNT melalui penyediaan sarana prasarana pendidikan hingga penyiapan tenaga pengajar terbaik.

Fasilitas yang disediakan itu diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah potensi sekaligus membentuk karakter sebagai modal menyongsong masa depan.

“Kemewahan yang diperoleh di SNT harus dibayar dengan prestasi, kerja keras, dan manfaat yang kelak diberikan kepada masyarakat. Pemerintah menaruh harapan besar kepada generasi muda yang akan tumbuh di sekolah ini untuk menjadi bagian dari pemimpin Indonesia pada masa mendatang,” katanya.

Selanjutnya, Fajar mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), menuntut dunia pendidikan tidak melulu berpatokan pada capaian akademis semata.

Menurut pandangannya, pendidikan mesti turut membangun karakter, rasa kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi pribadi yang utuh.

“Kalau hanya mengejar kepintaran, teknologi akan berkembang sangat cepat. Yang membedakan manusia adalah hati, jiwa, karakter, dan kepedulian. Itulah inti pendidikan,” katanya.

Dalam menjawab tantangan itu, Fajar memaparkan bahwa proses belajar di SNT menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang mendorong murid menjadi subjek utama pembelajaran lewat kebiasaan bertanya, bernalar kritis, dan aktif mencetuskan ide.

Melalui pendekatan ini, para lulusan diharapkan tidak hanya unggul dari sisi akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi lingkungan maupun masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index