Bappenas Dukung Perumnas Bangun Apartemen Subsidi Atasi Backlog

Bappenas Dukung Perumnas Bangun Apartemen Subsidi Atasi Backlog
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyokong langkah percepatan pembangunan apartemen subsidi yang digarap Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) guna menanggulangi persoalan backlog perumahan nasional.

Rachmat mengutarakan bahwasanya penyediaan hunian subsidi perlu dipercepat serta diperluas agar semakin banyak warga, khususnya golongan yang membutuhkan, sanggup memiliki tempat tinggal berlokasi strategis dengan biaya terjangkau.

"Saya kira ini adalah semangat kami, semangat Perum Perumnas untuk mempercepat dan lebih banyak lagi membangun rumah," kata Rachmat dalam Groundbreaking Tower Hunian Subsidi Samesta Alonia oleh Perumnas di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Ia memberi contoh mengenai kebutuhan tempat tinggal bagi kalangan guru yang masih mengalami keterbatasan akses kepemilikan rumah, termasuk mereka yang terpaksa bermukim jauh dari lokasi tempat bertugas.

Lantaran hal tersebut, Bappenas terus menyokong Perumnas supaya sanggup mendirikan lebih banyak rumah bagi warga, terutama lewat pengembangan hunian yang sanggup menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan terbatas tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

Rachmat menilai pengerjaan tower ini menjadi pijakan awal guna mengakselerasi agenda pemerintah dalam memperluas ketersediaan perumahan hingga seluruh rakyat Indonesia memperoleh akses atas hunian layak.

"Perumnas berkewajiban, namanya Perumahan Nasional, Perum Perumahan Nasional. Sama seperti Bappenas, merancang untuk pembangunan nasional, Perumnas melaksanakan pembangunan perumahan nasional," ucapnya.

Rachmat juga mendorong percepatan pembangunan tower selanjutnya di kawasan Manggarai serta beberapa lokasi lain yang masih memerlukan tambahan tempat tinggal bagi masyarakat berdensitas kebutuhan perumahan tinggi.

Ia berharap pengerjaan tersebut menyajikan konsep hunian bermutu komersial tetapi dipadu skema subsidi yang menawarkan beban cicilan ramah di kantong masyarakat.

Di lokasi yang sama, Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan menyampaikan bahwasanya pengerjaan Samesta Alonia telah dirancang hampir 1,5 tahun melalui kemitraan bermacam pemangku kepentingan.

Ia menyebutkan bahwasanya pendirian hunian ini menjadi persembahan Perumnas untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperkuat penyediaan rumah layak dan terjangkau.

Imelda menjelaskan proyek tersebut terealisasi atas kerja sama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Danantara, BUMN, perbankan Himbara, kontraktor PT Baja Trikasa Pedada, beserta jajaran pemangku kepentingan lainnya.

Menurut penjelasannya, rekam jejak 52 tahun Perumnas menjadi modal vital untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan publik, terutama dalam menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, nyaman, serta terhubung dengan jaringan transportasi.

Imelda mengungkapkan Samesta Alonia berstatus sebagai proyek Transit Oriented Development (TOD) terkini Perumnas usai sebelumnya merampungkan kawasan serupa di Tanjung Barat, Serpong, Universitas Indonesia, hingga Parayasa.

Ia memaparkan bahwasanya Samesta Alonia mengusung konsep connected living yang mempermudah penghuni menjangkau moda transportasi publik, pusat kegiatan ekonomi, fasilitas pendidikan, rumah sakit, hingga sarana perkotaan.

Di samping keunggulan lokasi, Samesta Alonia dilengkapi fasilitas komersial, ruang kerja bersama (co-working space), zona milenial, taman bermain anak, area hijau, serta lintasan lari (jogging track) guna mendukung interaksi antarpenghuni.

Imelda menambahkan pengerjaan proyek memanfaatkan mekanisme kontraktor turnkey tanpa menyedot dana APBN. Samesta Alonia terhitung sebagai satu dari 14 Proyek Strategis Nasional yang diemban Perumnas.

Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 dan bakal ditopang ketersediaan infrastruktur dari PLN, PGN, Telkomsel, serta rencana integrasi armada Transjakarta guna mengokohkan konsep hunian terpadu.

Ia mengimbuhkan bahwasanya antusiasme warga tergolong sangat tinggi yang tercermin dari angka pendaftar mencapai lebih dari 1.100 calon pembeli untuk 609 unit yang dipasarkan, di mana sekitar 450 calon pembeli telah dinyatakan lolos verifikasi kredit bersama Bank Tabungan Negara (BTN).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index