Rupiah Diprediksi Menguat Berkat Solidnya Ekonomi Indonesia

Rupiah Diprediksi Menguat Berkat Solidnya Ekonomi Indonesia
pecahan dolar AS dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa memperkirakan mata uang rupiah bakal bergerak menguat dengan ditopang oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terus terjaga secara solid.

“Produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,10 persen, meskipun sedikit lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,61 persen,” Jumat (7/8/2026).

Capaian data tersebut dinilai menggambarkan tingkat ketahanan ekonomi domestik yang tetap kokoh di tengah gejolak ketidakpastian global.

Di samping itu, para pelaku pasar turut menantikan pengumuman posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia periode Juli pada hari ini sebagai parameter tolok ukur kemampuan Bank Indonesia (BI) dalam mengawal stabilitas nilai tukar rupiah.

Ditinjau dari faktor eksternal, pergerakan rupiah mendapatkan angin segar dari melesunya dolar AS menyusul rilis data ADP Employment serta ISM Services PMI Amerika Serikat yang berada di bawah proyeksi pasar, sehingga memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan tergesa-gesa mengetatkan kebijakan moneternya.

Atmosfer sentimen pasar juga kian membaik seiring perkembangan positif hubungan diplomatik antara Iran dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang pada gilirannya menekan tingkat permintaan terhadap mata uang dolar AS sebagai instrumen aset safe haven.

Meski demikian, para pelaku pasar cenderung masih bersikap wait and see menanti rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari ini, yang diprediksi mampu memengaruhi dinamika nilai tukar rupiah lewat pergeseran ekspektasi atas arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

"Rupiah diperkirakan masih berpeluang bergerak menguat dalam jangka pendek didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik dari perkiraan serta pelemahan dolar AS di pasar global. Namun, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas karena pelaku pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar," ungkap Amru.

Berpatokan pada sederet pertimbangan tersebut, posisi nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal berkisar di rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index