IHSG 7 Agustus Ditutup Naik ke 6.409,65, Saham ISAT Melesat

IHSG 7 Agustus Ditutup Naik ke 6.409,65, Saham ISAT Melesat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi di zona hijau pada perdagangan Jumat (7/8/2026). IHSG hari ini ditutup melesat 65,94 poin atau 1,04 persen menuju posisi 6.409,65.

Sebagian besar saham mencatatkan penguatan di sepanjang sesi perdagangan hari ini. Sebanyak 355 saham ditutup menguat, 235 saham mengalami penurunan, dan 203 saham bertahan di harga yang sama.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan aktivitas transaksi berlangsung cukup marak. Volume perdagangan menyentuh angka sekitar 37,40 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,06 triliun.

Sementara itu, frekuensi transaksi berada di kisaran 2,2 juta kali dengan total sebanyak 37,97 miliar saham berpindah tangan serta nilai transaksi Rp 16,4 triliun.

Bukan cuma IHSG, indeks LQ45 turut menutup sesi perdagangan di zona positif. Indeks yang dihuni oleh saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan likuid tersebut naik 1,50 persen menuju level 640,29.

Kenaikan indeks ini mencerminkan gairah beli investor yang kembali bergairah setelah IHSG sempat bergerak naik-turun pada awal sesi. Penguatan tersebut juga terdorong oleh hijaunya mayoritas indeks sektoral di BEI.

Mayoritas Sektor Menguat

Hampir seluruh sektor menjadi penopang laju IHSG hari ini. Dari total 11 indeks sektoral, sebanyak 10 sektor berhasil finis di zona hijau. 

Sektor infrastruktur berada di posisi terdepan lewat kenaikan 2,17 persen. Tempat selanjutnya diduduki oleh sektor barang baku yang terangkat 1,63 persen, diiringi sektor teknologi yang menanjak 1,25 persen.

Di sisi lain, hanya satu sektor yang mengalami pelemahan, yakni sektor barang konsumen siklikal yang merosot 0,69 persen.

Dari deretan saham unggulan yang masuk dalam indeks LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan lonjakan harga paling tinggi sebesar 14,21 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 5,88 persen, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terangkat 4,47 persen.

Sebaliknya, tekanan jual paling berat dialami oleh saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang anjlok 5,03 persen. Setelahnya disusul oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melemah 0,92 persen dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang terkoreksi 0,70 persen.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Arah pergerakan bursa saham di kawasan Asia berlangsung beragam menjelang akhir pekan. Indeks Shanghai Composite (SSE Composite) menjadi salah satu indeks dengan penguatan tertinggi setelah menguat 1,02 persen ke posisi 3.940,04. Hang Seng Hong Kong juga berakhir positif dengan kenaikan 0,54 persen ke level 25.668,03.

Namun sebaliknya, beberapa bursa utama lain justru finis di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang menyusut 0,12 persen ke posisi 65.606,71, sementara Kospi Korea Selatan terkikis 0,60 persen menuju level 6.258,77.

 Indeks S&P/ASX 200 Australia turut merosot tipis 0,09 persen menjadi 9.263,60. Di waktu bersamaan, Asia Dow terkoreksi 1,04 persen ke posisi 6.311,60.

Rupiah terhadap Dollar AS Menguat

Di pasar mata uang asing, rupiah atas dollar AS berhasil berbalik menguat pada penutupan sesi. Berdasarkan statistik Bloomberg, nilai tukar mata uang garuda menguat 26 poin (0,15 persen) ke posisi Rp 17.897 per dollar AS.

Penguatan tersebut terjadi setelah pada sesi pembukaan pagi hari rupiah sempat bertengger di posisi Rp 17.933 per dollar AS, atau tertekan sekitar 0,06 persen bila dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.923 per dollar AS.

Berbalik arahnya laju rupiah memberi angin segar bagi pasar keuangan dalam negeri pada akhir pekan, seiring bertambahnya minat investor terhadap aset berisiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index