BMKG Waspadai Potensi Banjir Rob di Pesisir NTT pada 8–11 Agustus

BMKG Waspadai Potensi Banjir Rob di Pesisir NTT pada 8–11 Agustus
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkannya peringatan mengenai potensi banjir pesisir atau rob di beberapa area pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kurun 8–11 Agustus 2026 seiring dengan naiknya ketinggian permukaan air laut.

"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 8–11 Agustus 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di dalam keterangan resminya di Kupang, Sabtu (8/8/2026).

Sementara itu, zona yang berpeluang terdampak banjir rob mencakup kawasan pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sabu Raijua, pesisir Pulau Sumba, hingga pesisir Pulau Timor-Rote.

Dirinya menguraikan bahwa ancaman banjir rob tersebut dipicu fenomena fase perigee pada 10 Agustus 2026 beserta fase bulan baru pada 13 Agustus 2026 yang berpeluang mendongkrak ketinggian permukaan air laut sampai pada titik puncak maksimum.

Ia menyertakan pula, berlandaskan pemantauan estimasi pasang surut, kelajuan angin, serta tinggi gelombang, situasi ini sanggup memengaruhi dinamika kawasan pesisir di NTT sehingga memperbesar peluang terjadinya banjir rob.

Yandri menerangkan banjir pesisir atau rob yaitu fenomena meluapnya air laut menuju daratan pesisir yang mengakibatkan munculnya genangan di area sekitar pantai.

“Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan, termasuk kegiatan bongkar muat barang, aktivitas di permukiman pesisir, tambak garam, perikanan darat, serta aktivitas perekonomian lainnya,” ujarnya.

Atas dasar itu, BMKG mengimbau warga agar memperkuat tingkat kewaspadaan beserta kesiapsiagaan guna mengantisipasi imbas dari pasang air laut maksimum, sekaligus tak terputus memantau kabar terkini cuaca maritim resmi besutan BMKG.

"Bagi masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkini dari BMKG," katanya.

Demi memperoleh info cuaca maritim paling anyar, warga dapat mengontak kanal WhatsApp BMKG di nomor 0812-1512-2192 atau sambungan telepon (0380) 8561910, maupun mengunjungi situs maritim.ntt.bmkg.go.id.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index