Rupiah Melemah ke Rp17.861 per Dolar AS Tertekan Isu Geopolitik

Rupiah Melemah ke Rp17.861 per Dolar AS Tertekan Isu Geopolitik
kurs rupiah terhadap dollar AS [FOTO: NET].

JAKARTA – Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS berakhir terdepresiasi ke posisi Rp17.861 pada sesi penutupan perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026). Performa tertekan mata uang garuda ini searah dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau loyo menghadapi Greenback.

Adapun kurs rupiah atas dolar AS mengalami koreksi sebesar 0,60% menuju posisi Rp17.861 per dolar AS pada hari ini. 

Kondisi serupa menimpa peso Filipina yang merosot 0,84%, rupee India tergerus 0,15%, hingga yuan China yang ikut terkikis 0,02%. Nasib serupa juga dialami baht Thailand yang terkoreksi 0,45%, ringgit Malaysia susut 0,03%, serta dolar Taiwan yang melorot 0,22% dihadapan dolar AS.

Sebelumnya, Analis Doo Financial Futures mengutarakan bahwasanya tekanan pada rupiah utamanya dipicu oleh eskalasi ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah yang berisiko mendorong lonjakan harga minyak mentah global.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Lebih lanjut menurut pandangannya, mata uang Garuda beserta peso Filipina menghadapi beban paling berat akibat ketergantungan yang signifikan terhadap impor minyak mentah.

Dilihat dari faktor internal, para pelaku pasar turut mencermati publikasi data penjualan ritel dalam negeri. Rilis data tersebut diproyeksikan mencatatkan ekspansi di kisaran 1,8%.

Mempertimbangkan perpaduan sentimen itu, Doo Financial Futures memproyeksikan rupiah bergerak pada rentang Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS sepanjang transaksi perdagangan hari ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index