JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Selasa (11/8/2026), diproyeksikan akan ditutup menguat di kisaran rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Mata uang rupiah sebelumnya ditutup menanjak 0,79% menuju posisi Rp17.755 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026). Di saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,11% ke posisi 99,64.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau ditutup bervariasi pada sore ini. Yen Jepang tercatat melemah 0,46%, dolar Hong Kong turun tipis 0,01%, won Korea Selatan merosot 0,73%, sedangkan yuan China menanjak tipis 0,01%.
Selanjutnya, dolar Singapura ditutup terdepresiasi 0,05%, baht Thailand naik 0,26%, dan ringgit Malaysia menguat 0,05% sore ini.
Menurut pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi, pendorong dari dalam negeri dipengaruhi sentimen Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Penunjukan tersebut disampaikan lewat Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan kepada pimpinan DPR guna mengisi jabatan kepala bank sentral.
Sentimen lain turut dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan konsumen Indonesia yang kembali melandai pada Juli 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) rilis Bank Indonesia (BI) mencatatkan penurunan menjadi 116,8 dari posisi 117,8 pada Juni 2026.
Penurunan IKK tersebut menandai penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Perkembangan ini mengindikasikan masyarakat mulai bertindak lebih hati-hati dalam mencermati kondisi perekonomian serta mengambil keputusan belanja.
Meskipun melandai, posisi IKK tetap berada di atas ambang 100, yang menandakan publik secara umum masih memelihara optimisme terhadap perekonomian walau tingkat keyakinannya terus menyusut dalam tiga bulan terakhir.
Melandainya keyakinan konsumen patut diwaspadai mengingat konsumsi rumah tangga memegang peranan kunci sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Apabila tren penurunan terus berlanjut, ruang ekspansi konsumsi berpotensi ikut tertekan lantaran rumah tangga cenderung mengerem pengeluaran dan makin selektif membelanjakan pendapatannya.
Rupiah Opened Softened to Rp17,797 per US Dollar
Merujuk pada data analisis Doo Financial Future pukul 10.16 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp17.797 per dolar AS, atau terdepresiasi 42 poin (0,24%). Pelemahan rupiah ini tergolong salah satu yang paling dalam di kawasan Asia.
Berdasarkan sumber data serupa, peso Filipina mencatatkan penurunan tertajam di Asia terhadap dolar yakni sebesar 0,44%, disusul rupee India yang melemah 0,09%, serta ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,07%.
Di tengah tekanan pada sejumlah mata uang Asia, won Korea Selatan memimpin penguatan terhadap dolar AS sebesar 0,19%. Disertai dolar Taiwan yang terangkat 0,03%, serta yen Jepang yang juga menguat 0,03%. Sementara itu, dolar Singapura, yuan China, dan baht Thailand masing-masing menguat tipis sekitar 0,02% terhadap dolar AS.