JAKARTA - MotoGP tengah mempertimbangkan regulasi baru terkait perpindahan pebalap dengan mengadopsi sistem bursa transfer seperti dalam dunia sepak bola. Langkah ini diambil guna meredam dominasi rumor perpindahan pebalap yang belakangan dianggap lebih menyita perhatian dibandingkan kompetisi di lintasan.
Perlu diketahui, susunan pebalap untuk MotoGP 2027 mayoritas sudah terbentuk sebelum musim 2026 dimulai. Bahkan, sejumlah kesepakatan dikabarkan telah tercapai sejak Januari.
Namun, pengumuman resmi tertunda hingga pertengahan musim karena negosiasi antara MotoGP dan pabrikan mengenai kontrak periode lima tahun mulai 2027.
Kondisi ini membuat bursa pebalap 2027 diprediksi menjadi yang paling ramai, sehingga rumor perpindahan terus menjadi sorotan yang berpotensi mengganggu fokus kompetisi.
Berdasarkan laporan Motorsport, MotoGP sedang mengkaji pembentukan periode khusus bagi tim dan pebalap untuk bernegosiasi.
Konsepnya serupa dengan transfer window di sepak bola, di mana kesepakatan di luar periode tersebut mungkin dianggap tidak sah, meski pengecualian tetap diperlukan untuk promosi dari Moto2 atau Moto3.
Meski begitu, para pabrikan memiliki pandangan berbeda; sebagian mendukung demi keteraturan, sementara lainnya menilai karakteristik motorsport berbeda dengan olahraga beregu.
Penerapan sistem ini di MotoGP tergolong kompleks karena keputusan kontrak tidak hanya bergantung pada hasil balapan, melainkan juga visi tim dan pengembangan motor. Cal Crutchlow, mantan pebalap MotoGP, memberikan tanggapannya mengenai hal ini:
"Dalam pasar pebalap, semuanya cukup membosankan karena semua orang sudah tahu ke mana mereka akan pergi tiga atau bahkan enam bulan sebelum diumumkan," ujar Crutchlow.
Ia menilai perpindahan pebalap di MotoGP tidak bisa disamakan dengan sepak bola.
"Pebalap akan pergi ke mana pun mereka ingin pergi, dan tim akan mengambil pebalap yang mereka inginkan," kata Crutchlow.
"Saya rasa ini tidak benar-benar seperti sepak bola, ketika seorang pemain masih berada di satu klub pada siang hari, lalu malam harinya sudah menandatangani kontrak dengan klub lain. Situasinya tidak seperti itu," lanjutnya.
Kendati demikian, pihak MotoGP tetap membuka peluang untuk mengubah aturan demi menjaga keseimbangan antara dinamika pasar dan kompetisi di lintasan.