JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa para pendidik jenjang SMK di Kota Tasikmalaya sangat antusias menjalani program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4.
Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Kemendikdasmen Baharudin menyampaikan bahwa BMTI gencar berupaya menaikkan kompetensi pengajar vokasi di seluruh wilayah, tak sebatas bagi guru saja, melainkan juga kepala sekolah, pengawas, hingga instruktur lembaga pelatihan.
“Tahun ini BMTI melatih 3.159 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), Insya Allah dalam tahun ini target kami bahkan mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir tahun,” kata Baharudin dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Kamis (13/8/2026).
Seorang peserta diklat bernama Muhammad, pengajar Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 1 Tasikmalaya, mengaku gembira dapat berpartisipasi dalam program pelatihan ini.
Menurutnya, pada era transformasi digital masa kini, adopsi AI terbilang sangat meluas sehingga pendidik mau tidak mau mesti sigap beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
“Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI ya, kadang kami hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini, jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini,” kata Muhammad.
Ia pun berharapan program pembekalan semacam ini konsisten diselenggarakan secara berkala supaya seluruh guru—khususnya di jalur vokasi—dapat giliran berpartisipasi, serta menyarankan adanya penjenjangan materi guna memantapkan penguasaan keahlian pendidik.
“Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali, guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir begitu,” imbuh Muhammad.
Senada dengan Muhammad, Samrah Hadian Ardi yang mengajar mata pelajaran DKV di SMK Negeri 4 Tasikmalaya menyebut pembekalan AI sangat krusial, mengingat guru memegang peran vital dalam membimbing siswa agar bijaksana memanfaatkan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
“Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang apalagi sekarang itu ada AI, ini bisa membantu kami tetapi kami tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kami, tetapi AI yang kami mengendalikan,” kata Sam.