JAKARTA - Pelaksanaan Indonesia Women’s League (IWL) oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang bakal dihelat mulai Oktober dipandang sebagai fondasi krusial bagi perkembangan sepak bola putri di tanah air oleh pihak pengelola klub.
"Pemain putri kini memiliki kesempatan, panggung, dan masa depan untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional," kata Direktur Komersial dan Operasional Persita Evelyn Chaty dalam keterangan resmi PSSI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
IWL direncanakan mulai berjalan pada 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Evelyn menyampaikan bahwa kehadiran ajang tersebut menjadi momen krusial untuk menciptakan ekosistem sepak bola wanita yang berkesinambungan, profesional, serta menyimpan potensi bisnis yang kian matang di masa mendatang.
Dirinya membeberkan bahwa jajaran klub, pesepak bola, hingga pelatih telah lama mendambakan kompetisi sepak bola wanita yang berkesinambungan. IWL, menurutnya, tidak sekadar menjadi wadah unjuk gigi bagi para pemain, tetapi juga membuka jalur karier yang kian pasti bagi para pesepak bola muda putri yang hendak bergelut secara profesional.
Bagi skuad Persita, ia menegaskan bahwa partisipasi di IWL bukan sebatas meramaikan ajang baru, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam membangun fondasi ekosistem sepak bola wanita secara nasional.
Berdasarkan pandangannya, pembinaan sepak bola wanita merupakan proses panjang yang tidak bisa dinilai hanya dalam tempo satu musim. Oleh sebab itu, regulasi maupun kebijakan kompetisi sepantasnya memperhitungkan keberlanjutan klub, khususnya pada aspek operasional serta finansial.
Evelyn turut merespons positif skema drafting pemain demi mendorong pemerataan kualitas pada enam klub kontestan, selama penerapannya diselenggarakan secara terbuka, adil, serta memberikan peluang yang seimbang.
Mengenai aspek pelaksanaan, mekanisme kompetisi terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro dinilai cukup masuk akal untuk edisi perdana. Skema tersebut dianggap mampu mendongkrak efisiensi, menjaga mutu arena pertandingan, memudahkan proses koordinasi laga, sekaligus menekan kerumitan urusan logistik.
Ia menegaskan pihak Persita bakal memfasilitasi kebutuhan profesional bagi skuadnya, mencakup urusan kontrak, sarana latihan, layanan medis, asupan nutrisi, serta tata kelola manajemen yang disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan klub.
Pada kesempatan terpisah, pemilik Persikad Dolly Abdullah menyampaikan rasa syukur lantaran timnya diajak terlibat sejak awal kemunculan IWL, yang ia sebut sebagai gagasan positif dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajaran dan pengelola liga I-League.
Ia menganggap sistem drafting sudah tepat diterapkan pada tahap awal kompetisi untuk menopang keberlanjutan serta keseimbangan mutu para pemain muda putri. Ia juga melihat arena pertandingan yang terpusat membawa keuntungan dari segi operasional maupun komersial.
Mekanisme itu, lanjutnya, sanggup memangkas pengeluaran sekaligus membentuk ekosistem baru di area Soemantri sehingga dapat menjadi pusat kegiatan yang menguntungkan para sponsor.
Format ini berpotensi mengemas IWL layaknya sebuah festival yang menyatukan laga sepak bola, promosi merek, dan agenda sponsor.
Dolly menambahkan, Persikad siap memenuhi tolok ukur profesional, mulai dari kontrak kerja, gaji, sarana tempat tinggal pemain, hingga agenda latihan.
Dukungan dana dari operator dan PSSI dinilainya memadai untuk mengarungi satu musim, sembari pihak klub merancang strategi pemasaran untuk menggandeng sponsor yang sesuai.
Dengan meningkatnya mutu persaingan serta nilai komersialnya, ia optimistis IWL sanggup menjadi wadah bisnis baru yang berkembang secara mandiri dalam jangka panjang.