B50 Hentikan Impor Solar, Prabowo: Devisa Hemat Rp 170 Triliun

B50 Hentikan Impor Solar, Prabowo: Devisa Hemat Rp 170 Triliun
Ilustrasi B50 [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelaksanaan program biodiesel B50 mulai mengubah komposisi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pihak pemerintah menyatakan bahwa pemanfaatan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit ini sanggup menghentikan ketergantungan impor solar sekaligus mengamankan devisa negara hingga Rp 170 triliun.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pengimplementasian B50 menjadi bagian dari langkah konkrit pemerintah dalam mewujudkan target swasembada energi. 

Sebelumnya, Indonesia masih mengandalkan pasokan dari luar negeri demi mencukupi sebagian kebutuhan solar di dalam negeri.

"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kami wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar. Kami berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, berkurangnya ketergantungan atas solar impor memberikan imbas langsung terhadap ketahanan devisa negara.

"Kami berhasil hemat devisa Rp 170 triliun, sekitar 9,5 miliar dollar Amerika, tidak lagi harus kami kirim ke luar negeri," ucap Prabowo.

Dari B40 menuju B50

B50 merupakan racikan biodiesel dengan formula 50 persen bahan bakar nabati yang dipadukan dengan 50 persen bahan bakar diesel. Kebijakan ini merupakan fase lanjutan dari program mandatori biodiesel B40.

Penerapan B50 resmi bergulir pada 1 Juli 2026 usai pemerintah melangsungkan serangkaian pengujian intensif selama kurang lebih enam bulan. 

Pengujian tersebut melibatkan bermacam sarana transportasi dan armada kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus, kereta api, hingga moda transportasi laut.

Kebijakan ini memegang peranan krusial mengingat angka konsumsi solar nasional berada di rentang 38 juta sampai 40 juta kiloliter (KL) per tahun. 

Sebelum skema B50 diterapkan, Indonesia rutin memasok sekitar 3 juta hingga 4 juta KL solar dari luar negeri setiap tahunnya untuk menutupi kekurangan pasokan domestik.

Pemerintah memprediksi peningkatan porsi biodiesel menjadi 50 persen ini mampu menggantikan seluruh porsi impor tersebut. 

Artinya, nilai tambah ekonomi dari B50 tak sekadar berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam lokal, tetapi juga berpotensi menekan keluarnya devisa untuk pembelian BBM impor.

Dinilai memperkuat kemandirian energi

Guru Besar Ilmu Politik Ganjar Razuni menilai bahwa eksekusi B50 membuktikan kebijakan di sektor energi sanggup memberikan imbas positif secara langsung pada perekonomian tatkala berhasil mengikis ketergantungan impor.

"Terobosan bahan bakar B50 berhasil menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun. Ini pencapaian besar yang layak diapresiasi publik," kata Ganjar dalam keterangan tertulis.

Menurut pandangannya, pelaksanaan kebijakan ini menuntut koordinasi yang kuat di internal pemerintah, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam menerjemahkan visi kemandirian energi menjadi langkah nyata di lapangan.

Ganjar menambahkan bahwa langkah memperkokoh kemandirian energi mesti berjalan seiring dengan program pemerintah di sektor ketahanan pangan. 

Ia memberi contoh kebijakan seputar penetapan harga serta ketersediaan pupuk yang diharapkan sanggup menopang peningkatan hasil produksi pangan nasional.

Dalam konteks ketahanan energi, penerapan B50 menjadi salah satu alat pemerintah untuk memangkas ketergantungan BBM impor dengan mengoptimalkan pasokan energi yang melimpah di dalam negeri. 

Kendati demikian, keberlanjutan dampak ekonominya kelak amat bergantung pada kapasitas pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan baku, kesiapan industri pengolahan biodiesel, serta konsistensi mutu dan distribusi B50 seiring melonjaknya konsumsi di dalam negeri.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index