JAKARTA - Penggawa timnas Inggris, Djed Spence, mengutarakan kekagumannya terhadap rekam jejak sejarah Inter Milan usai merampungkan kepindahannya dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas 2026.
Pemain bertahan Timnas Inggris tersebut telah merampungkan tes medis bersama Inter Milan dan resmi diperkenalkan sebagai penggawa anyar pada Sabtu (15/8/2026).
Inter Milan merogoh kocek mencapai 35 juta euro (sekitar Rp722 miliar) demi mengamankan jasa Spence dari Tottenham Hotspur.
Walau demikian, Tottenham Hotspur menyisipkan klausul sell-on sebesar 10 persen dalam kontrak yang berlaku sampai 2031. Maksudnya, klub asal London tersebut berhak mengantongi 10 persen dari nilai penjualan apabila Nerazzurri melepas sang pemain di kemudian hari.
Uniknya, ini bukan kali pertama Spence mencicipi persaingan Liga Italia, mengingat sosok satu ini pernah menjalani masa peminjaman bersama Genoa dari Tottenham Hotspur pada 2024.
Spence Sebut Pindah ke Inter Milan Sebagai Langkah Besar
Dalam sesi wawancara perdananya sebagai amunisi anyar Inter Milan, Spence menyebut bahwa keputusan berlabuh ke Liga Italia merupakan pijakan besar bagi diri serta keluarganya.
Di samping itu, bek berusia 26 tahun tersebut juga dibuat kagum oleh deretan prestasi Inter Milan yang baru saja mengamankan dua gelar, yakni juara Liga Italia dan Coppa Italia musim 2025-2026.
“Ini adalah klub yang sangat besar dan langkah penting bagi saya serta keluarga. Saya sangat gembira bisa berada di sini dan siap untuk segera memulai,” ungkapnya dilansir dari laman resmi Inter Milan.
“Saya jelas tertarik dengan sejarahnya. Anda hanya perlu melihat ke belakang kami, ke arah deretan trofi itu. Klub ini benar-benar klub yang luar biasa besar," imbuh Spence.
Spence: Karier di Luar Negeri Membentuk Diri
Selain tergiur oleh sejarah panjang klub, Spence turut mengaku tertarik untuk terus melanjutkan petualangan karier di luar negeri guna menggembleng kepribadiannya.
Jalan karier mantan jebolan akademi Fulham ini terbilang berbeda dibanding pesepak bola Inggris pada umumnya, yakni sempat merambah kompetisi mancanegara, seperti di Liga Prancis bersama Rennes serta Liga Italia bersama Genoa dan kini Inter Milan.
“Hal-hal itu sangat membentuk diri saya. Anda belajar banyak saat bermain di luar negeri," tutur Spence.
"Saya bisa katakan bahwa saya tumbuh menjadi pria dewasa saat berada di luar negeri, dan saya bersyukur atas pengalaman-pengalaman tersebut,” katanya menambahkan.
Spence sendiri didatangkan Inter Milan guna mengisi posisi yang ditinggalkan Denzel Dumfries setelah dilepas ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2026.
Namun, sosok yang satu ini memiliki karakter berbeda dibanding Dumfries, mengingat keunggulannya yang fasih beroperasi di sisi kanan maupun kiri pertahanan, serta lebih kokoh dalam menggalang pertahanan.
“Kemampuan bertahan adalah kekuatan terbesar saya, selain kemampuan membawa bola. Saya ingin menambah jumlah gol dan assist dalam permainan saya," sebut Spence.
"Jika saya bisa mewujudkannya, posisi saya akan menjadi sangat, sangat bagus," ujarnya menambahkan.