JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mematok target sekurang-kurangnya 100.000 penyandang disabilitas dapat mandiri dan terserap di dunia kerja lewat penguatan kompetensi serta pelatihan yang disediakan pemerintah.
“Target saya minimal 100 ribu orang disabilitas bisa tersenyum ketika mereka hadir di tempat kerja,” kata Yassierli dalam sambutan secara daring pada kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (18/8/2026).
Yassierli menyampaikan, pemerintah sedang mendirikan pusat pelatihan kompetensi untuk penyandang disabilitas di Bekasi.
Pemerintah turut menyusun modul pelatihan khusus supaya penyandang disabilitas mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, penyandang disabilitas mesti mendapat peluang bekerja berpatokan pada kompetensi yang dimiliki, tidak semata-mata lantaran belas kasihan.
“Kami ingin mereka hadir di industri bekerja bukan karena belas kasihan, tapi karena mereka memiliki kompetensi,” ujarnya.
Yassierli menggarisbawahi krusialnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, sektor perbankan, dan beragam pihak demi memperluas peluang kerja sekaligus mendongkrak kemandirian masyarakat.
Pihaknya juga menyambut baik program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan guna membantu penerima manfaat serta ahli waris memanfaatkan santunan sebagai modal usaha.
Menurut Yassierli, program itu dapat diperkokoh lewat kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan yang mempunyai program Tenaga Kerja Mandiri, mencakup pendampingan dan pembinaan untuk warga yang memulai usaha.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tetapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat,” katanya.
Yassierli menerangkan Kementerian Ketenagakerjaan telah mengantongi ribuan profil tenaga kerja mandiri yang sukses mengembangkan bisnis. Pola pembinaan itu, menurutnya, dapat menjadi referensi untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi.
Di samping lewat kewirausahaan, pemerintah turut memperluas program pemagangan nasional dengan target 150.000 peserta pada 2026. Program tersebut utamanya menyasar lulusan perguruan tinggi yang memerlukan pengalaman serta peningkatan kompetensi sebelum masuk ke dunia kerja.
Yassierli menjelaskan program pemagangan dan pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari langkah pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
“Semangat kami adalah mengedepankan kepentingan bangsa. Kebahagiaan kami adalah ketika bisa mengantarkan orang ke tempat yang lebih baik,” kata Yassierli.