JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggalakkan penguatan gerakan pilah sampah nasional lewat pendekatan komunitas keagamaan demi mempercepat tumbuhnya kesadaran moral masyarakat terkait pengelolaan sampah dari ranah rumah tangga.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat Deklarasi Pilah Sampah HKBP di Jakarta, Kamis, memberikan apresiasi atas partisipasi organisasi keagamaan seperti HKBP yang dianggap mempunyai struktur terorganisir untuk merealisasikan kebijakan pengelolaan lingkungan.
"Tempat-tempat yang bisa membangun kesadaran seperti gereja, masjid, dan pura itu sangat baik sekali. Imbauan yang begitu kuat secara moral dan religiusitas ini akan sangat baik untuk gerakan penanganan sampah di Indonesia," kata dia.
Demi memperkokoh imbauan moral tersebut, ia menerangkan bahwa KLH tengah merancang regulasi Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan para produsen penghasil sampah plastik bertanggung jawab mengolah limbah produk mereka secara mandiri.
Adapun aturan yang ditargetkan rampung pada akhir September tersebut diformulasikan untuk membangun ekosistem pengolahan sampah bernilai ekonomi hingga ke level pemulung demi mencapai target zero waste.
"Jadi sebetulnya imbauan yang begitu kuat secara moral religiusitas ini akan sangat baik untuk gerakan apa, penanganan sampah di Indonesia. Saya rasa itu, intinya itu," kata Jumhur.
Di sisi lain, Pimpinan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Victor Tambunan menyambut positif kerja sama bersama KLH serta Pemprov DKI Jakarta.
HKBP Distrik VIII DKI Jakarta yang menaungi sekitar 200 ribu hingga 500 ribu jiwa berkomitmen berada di barisan terdepan dalam membiasakan gerakan memilah sampah.
"Jadi sekitar setengah juta sebetulnya warga HKBP ada di Jakarta sekitarnya. Kami berharap HKBP betul-betul ikut di garda terdepan untuk bisa menangani sampah ini dengan motto pilah sampah yang tadi. Dan kami memfungsikan diri ikut ambil bagian dalam gerakan-gerakan menangani sampah ini dengan baik," kata dia.