JAKARTA - Harga rata-rata pelbagai komoditas pangan di pasar tradisional terpantau melorot pada Kamis (20/8/2026). Tren penurunan melanda cabai, bawang, telur ayam ras, beras, sampai gula pasir. Sebaliknya, banderol daging ayam ras serta minyak goreng curah justru merangkak naik.
Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia pada pukul 08.27 WIB, harga rata-rata cabai merah besar terkoreksi 39,15% menjadi Rp30.000 per kilogram.
Cabai rawit hijau turut menyusut 33,52% menuju Rp36.500 per kilogram. Patokan harga cabai merah keriting berada di posisi Rp37.500 per kilogram atau turun 26,47%. Sementara itu, cabai rawit merah melorot 15,19% menjadi Rp52.750 per kilogram.
Penurunan juga membayangi harga telur ayam ras segar. Rata-rata harganya merosot 22,96% menjadi Rp22.650 per kilogram. Berseberangan dengan hal tersebut, harga daging ayam ras segar merangkak tipis 0,97% ke angka Rp41.650 per kilogram.
Harga daging sapi tak ketinggalan melemah. Daging sapi kualitas I bertengger di level Rp138.750 per kilogram alias turun 8,36%, sedangkan kualitas II tergerus 8,68% menjadi Rp130.000 per kilogram.
Komoditas bumbu seperti bawang juga mengalami penyusutan harga. Rata-rata bawang merah ukuran sedang susut 18,15% menjadi Rp32.250 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang terpangkas 23,46% ke posisi Rp31.000 per kilogram.
Pada komoditas beras, seluruh varian yang terdaftar pada papan pemantauan harga PIHPS mengalami penurunan. Beras kualitas bawah I dipatok Rp14.550 per kilogram atau melorot 2,02%, lalu beras kualitas bawah II turun 7,85% menjadi Rp13.500 per kilogram.
Harga beras medium I melorot 3,04% menuju Rp15.950 per kilogram. Beras medium II bertengger di angka Rp15.250 per kilogram atau terkoreksi 6,44%.
Penyusutan juga melanda beras kualitas super I sebesar 6,76% ke posisi Rp16.550 per kilogram, sedangkan beras super II turun 6,1% menjadi Rp16.150 per kilogram.
Harga gula pasir premium melorot 8,87% menjadi Rp18.500 per kilogram. Sementara gula pasir lokal ikut menyusut 10,76% ke angka Rp17.000 per kilogram.
Di lain sisi, harga minyak goreng curah mengalami kenaikan 3,18% menjadi Rp21.100 per kilogram. Namun, minyak goreng kemasan bermerek 1 justru turun 8,25% menjadi Rp22.250 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 ikut merosot 9,77% menjadi Rp21.250 per kilogram.