Kurs Rupiah Hari Ini Diproyeksi Bergerak Rp17.750-Rp17.900 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini Diproyeksi Bergerak Rp17.750-Rp17.900 per Dolar AS
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARATA - Nilai tukar mata uang rupiah diproyeksikan bakal bergulir di rentang Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS pada sesi perdagangan Kamis (20/8/2026). Merujuk laporan data Doo Financial Futures, rupiah mengakhiri sesi dengan penguatan 0,12% menuju kisaran Rp17.840 per dolar AS pada transaksi Rabu (19/8/2026).

Pencapaian tersebut menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia yang membukukan tren apresiasi pada sesi perdagangan hari ini.

Berdasarkan dinamika transaksi hari ini, laju penguatan rupiah memosisikannya di jajaran mata uang kawasan Asia yang sukses mengungguli dolar AS. 

Won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan lonjakan paling tinggi menghadapi dolar AS, yakni mencapai 1,25%. 

Posisinya disusul oleh yen Jepang yang terkerek 0,28%, dolar Singapura naik 0,13%, yuan China terangkat 0,09%, serta baht Thailand yang naik tipis 0,02%. Adapun dolar Taiwan relatif bergerak stabil.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia justru tertekan di hadapan dolar AS. Peso Filipina menyusut 0,05%, ringgit Malaysia melemah 0,06%, sementara rupee India terperosok 0,07%.

Dinamika pergerakan rupiah ini bergulir pascapemangkasan atau penahanan BI Rate di level 5,75% oleh Bank Indonesia lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 18-19 Agustus 2026.

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa penatapan keputusan tersebut ditempuh demi mengawal stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya kecamuk gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. 

Di samping BI Rate, bank sentral juga menetapkan Deposit Facility pada level 4,75% dan Lending Facility di angka 6,50%.

Destry menegaskan bahwasanya arah kebijakan moneter tersebut difokuskan untuk memagari stabilitas rupiah dari dampak gejolak global, seraya memastikan tingkat inflasi berada pada koridor sasaran 2,5% ± 1% serta menopang percepatan pertumbuhan ekonomi.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah terjadi usai pelaku pasar mencermati hasil RDG Bank Indonesia (BI) yang dianggap masih memperlihatkan gestur relatif hawkish, kendati bank sentral memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan.

"Sikap tersebut mencerminkan komitmen BI yang tetap kuat pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah," ujarnya, Rabu (18/8/2026).

Menurut pandangannya, rupiah masih memendam peluang untuk melanjutkan tren penguatan bilamana risalah FOMC menyajikan nada yang less hawkish

Proyeksi ini mengemuka pascarilis serangkaian data ekonomi terbaru AS yang mengindikasikan pelemahan, sehingga pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi akan adanya pengetatan moneter lanjutan.

"Untuk besok, rupiah masih berpotensi menguat apabila dalam risalah pertemuan FOMC malam ini The Fed memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serentetan data ekonomi AS yang lebih lemah akhir-akhir ini," tambahnya.

LIVE TIMELINE

09:15 WIB – Rupiah Dibuka Naik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka merangkak naik ke level Rp17.794 atau menguat 0,26%. Tren positif ini sejalan dengan baht Thailand yang terangkat 0,26%, ringgit Malaysia menguat 0,51%, serta yuan China yang naik 0,15%.

13:22 WIB – Rupiah Lanjutkan Penguatan

Laju nilai tukar rupiah terkerek 0,41% atau setara 74 poin menuju posisi Rp17.765 per dolar AS hingga pukul 13.26 WIB.

15:16 WIB – Rupiah Ditutup Perkasa

Rupiah memungkas sesi di zona hijau dengan pembukuan penguatan 0,50% atau bertambah 89 poin ke posisi Rp17.750 pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index