JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan deretan sektor yang menjadi daya tarik bagi para investor Uni Eropa seiring berlangsungnya proses ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA).
Bidang-bidang tersebut meliputi energi baru terbarukan (EBT), industri digital, sektor pertanian/agrikultur, hingga hilirisasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Kalau sektor kita sudah bahas banyak, renewable energy (EBT), digital cyber security, kemudian juga beberapa sektor lain. Agrikultur, itu juga menjadi hal yang menjadi perhatian kedua negara,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Mengingat berjalannya IEU CEPA ditargetkan mulai efektif pada 2027, pemerintah bertekad memaksimalkan potensi dari sektor-sektor unggulan tersebut.
Sebagai informasi, volume perdagangan dua arah antara Indonesia dan Uni Eropa menyentuh angka 31,9 miliar dolar AS sepanjang 2025. Di sisi lain, realisasi investasi asal Uni Eropa yang masuk ke Indonesia mencapai 13,6 miliar dolar AS dalam kurun lima tahun terakhir.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani menambahkan bahwa area lain yang terbilang potensial menyedot modal investor Eropa yakni sektor perikanan, agribisnis, serta layanan kesehatan.
Ia menerangkan bahwasanya pengesahan IEU CEPA diharapkan tak sebatas mendongkrak transaksi perdagangan, melainkan turut memacu masuknya investasi baru.
"Harapan kami adalah kita bisa menaikkan investasi mereka ke sini. Kemudian apakah mereka membangun infrastruktur, atau apapun juga. Ini mungkin secara riilnya yang harus kita lihat pipeline project yang ada di Indonesia," jelas Shinta.
Di luar ketersediaan alokasi proyek, Shinta menekankan krusialnya iklim kemudahan berusaha di Tanah Air, khususnya mengenai efisiensi perizinan serta penanganan aneka hambatan investasi.
"Karena kalau mereka sudah lihat ini mengenai masalah perizinan, mereka itu juga walaupun insentifnya diberikan banyak, tapi kalau hambatan-hambatan ini tidak kita selesaikan, akan susah juga buat mereka," tambah dia.