IHSG Ditutup Menguat ke 6.525, Saham AMMN hingga BUMI Naik

IHSG Ditutup Menguat ke 6.525, Saham AMMN hingga BUMI Naik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis (20/8/2026) di zona hijau. Deretan saham seperti AMMN, BUMI, hingga BRMS sukses merangkak naik.

Berdasarkan sajian data RTI Infokom, pada pukul 16.00 WIB, IHSG parkir melesat di angka 6.501,58 atau terangkat 1,68% tak lama usai pembukaan. 

Pergerakan IHSG berada pada rentang 6.444,39 sampai 6.514,67 sesaat seusai bel pembukaan. Terdata 452 saham melambung, 190 saham melorot, dan 150 saham jalan di tempat. Nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.444 triliun.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melompat 7,97% ke posisi Rp4.470. Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terangkat 4,40% menuju Rp190 per saham. Begitu pula saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang ikut melonjak 9,60% ke level Rp685.

Saham jajaran lain yang menguat yakni KIJA melesat 24,85% ke Rp206, ANTM menguat 3,63% ke Rp3.140, serta saham BBCA terangkat 1,59% menuju Rp6.400 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan bahwa Bursa Asia bergerak menguat mengekor bursa Wall Street seiring meredanya riak tekanan di pasar obligasi Amerika Serikat (AS).

Para pelaku pasar mengabaikan rilis risalah The Fed yang memperlihatkan kian bertambahnya pejabat bank sentral AS yang mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan terdahulu.

“Investor justru merespons positif penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (20/8/2026).

Melandainya imbal hasil tersebut terjadi seusai Departemen Keuangan AS merilis rencana memperbesar porsi buyback surat utang secara signifikan. Kebijakan ini dinilai mampu menetralkan kecemasan atas lonjakan biaya pinjaman yang sempat membebani pasar saham global.

Pasar menilai merosotnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, utamanya tenor jangka panjang, sanggup membantu memulihkan keberanian risiko investor.

Di kawasan Asia, sorotan investor turut tertuju pada penetapan moneter Bank Sentral China yang kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan pinjaman di level terendah sepanjang sejarah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) konsisten menahan suku bunga acuan guna mengawal stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global. 

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga laju inflasi tetap pada kisaran target 1,5%–3,5% pada 2026 dan 2027 serta memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Laju volatilitas global meningkat menyusul memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Pejabat Sementara Gubernur BI menegaskan arah kebijakan moneter bakal terus bertumpu pada stabilitas nilai tukar rupiah. BI juga akan memperluas skema insentif lindung nilai untuk memicu masuknya arus modal asing.

09:05 WIB IHSG Meluncur di Zona Hijau Merujuk pada catatan BEI pukul 09.03 WIB, IHSG dibuka menguat 0,26% ke level 6.518,60. Dari ratusan emiten, sebanyak 269 saham menguat, 197 merosot, dan 497 saham bergerak stagnan.

12:28 WIB IHSG Menanjak 0,52% IHSG mengakhiri sesi I perdagangan siang hari ini dengan menguat 0,52% atau naik 33,99 poin menuju 6.535,57.

16:31 WIB IHSG Ditutup Menguat 0,37% Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup menguat 0,37% menuju level 6.525,69. Sepanjang hari perdagangan, indeks melaju dalam rentang 6.507,43—6.551,96. Dari ratusan saham konstituen, sebanyak 332 saham menguat, 314 melemah, dan 317 saham stagnan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index