JAKARTA - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengambil langkah mengejutkan dengan mencopot sementara posisi kapten dari Frenkie de Jong. Keputusan ini disinyalir merupakan dampak panjang dari rangkaian peristiwa terkait penanganan cedera sang pemain sewaktu membela tim nasional Belanda.
Kondisi tersebut tak pelak memicu situasi yang kurang menyenangkan bagi Frenkie de Jong. Mengutip Barca Universal, pencabutan ban kapten itu murni atas prakarsa langsung dari sang juru taktik, tanpa adanya campur tangan manajemen klub.
Meski begitu, dinamika ini tidak bisa langsung diartikan sebagai perselisihan terbuka.
Juru taktik asal Jerman tersebut pada dasarnya tetap mengagumi kualitas sang gelandang dan masih memperhitungkan peran pentingnya di masa depan. Pokok permasalahannya murni dipicu oleh cara sang pemain mengelola proses pemulihan cederanya.
Sikap kurang senang sang pelatih bermula saat gelaran Piala Dunia.
Saat itu, Frenkie de Jong diketahui tetap memaksakan diri berlaga dalam tiga pertandingan secara beruntun bagi negaranya walau tengah mengalami keluhan fisik. Pilihan ini dinilai sebagai hal yang tak lazim, mengingat pemain yang didera cedera umumnya tidak terus dipertahankan di skuad tim nasional.
Pilihan Medis
Masing-masing pemain memang memiliki hak penuh untuk memilih metode penanganan cederanya.
Dalam kasus ini, sang gelandang memilih opsi alternatif dengan menolak tindakan operasi serta tetap bermain menahan rasa sakit. Namun, apa yang terjadi setelah agenda internasional rampung justru menjadi puncak kekecewaan pelatih.
Bukannya langsung berfokus pada masa pemulihan, ia malah memilih untuk berlibur terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali ke Spanyol pada Agustus untuk menjalani cek medis.
Gelandang timnas Belanda, Frenkie de Jong, dan bek Maroko, Noussair Mazraoui, berebut bola pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Maroko di Stadion Monterrey di Guadalupe pada 29 Juni 2026.(AFP/ALFREDO ESTRELLA)
Di mata jajaran pelatih, cara pengelolaan cedera seperti ini dinilai sangat jauh dari kata ideal. Pencopotan sementara ban kapten ini pun menjadi medium pelatih untuk menyampaikan teguran secara tegas, sebelum pemilihan kapten utama ditentukan lewat pemungutan suara oleh anggota tim.
Persaingan Semakin Ketat di Lini Tengah
Saat ini, sang pemain wajib menghadapi situasi yang semakin rumit, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Masa rehatnya akibat cedera membuat perebutan tempat di posisi gelandang berjalan kian sengit. Kehadiran figur seperti Rodri makin memperdalam pilihan di lini tengah, yang artinya ritme permainan dan posisi inti harus kembali diperjuangkan begitu sang gelandang telah pulih sepenuhnya.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT