JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) bakal resmi berada di bawah kendali Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai September 2026.
Purbaya menuturkan, tata kelola Whoosh selanjutnya dijalankan melalui Special Mission Vehicle (SMV) milik Kemenkeu.
"Bulan September nanti, Pengelolaan Kereta Cepat Whoosh akan berada di bawah Kemenkeu," kata Purbaya melalui akun TikTok miliknya @purbayayudhis pada Minggu (23/8/2026).
Menurut dia, langkah tersebut diambil supaya proses penanganan kewajiban utang proyek kereta cepat dapat diselesaikan secara lebih efisien.
"Pengelolaan dilakukan lewat Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu agar penanganan utang lebih cepat dan tidak membebani APBN secara langsung," kata Purbaya.
Sebagai latar belakang, porsi kepemilikan saham BUMN di KCIC selaku pengelola Kereta Cepat Whoosh saat ini dihimpun melalui konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
PSBI memegang 60 persen saham KCIC, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium asal China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Konsorsium PSBI sendiri beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, serta PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Dalam hal ini, KAI bertindak sebagai pemegang saham utama di KCIC dengan porsi 51,37 persen.
Purbaya menegaskan, dengan adanya peralihan tersebut, keberadaan KCIC beserta manajemen operasinya akan berada langsung di bawah jajaran SMV Kemenkeu.
"(Nanti kepemilikan KCIC) di saya. Bukan (di bawah KAI lagi)," ucap dia.
Total Utang dan Bunga Proyek Kereta Cepat Whoosh
Berdasarkan catatan berita, besaran nilai investasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyentuh angka sekitar 7,27 miliar dollar AS atau setara Rp 120,38 triliun (kurs Rp 16.500).
Dari keseluruhan pembiayaan tersebut, kurang lebih 75 persen bersumber dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan tingkat bunga sebesar 2 persen per tahun.
Pinjaman untuk pembangunan Whoosh itu menggunakan skema suku bunga tetap (fixed) berjangka 40 tahun pertama. Angka bunga utang KCJB ini tergolong lebih tinggi dibandingkan tawaran proposal Jepang yang berada di kisaran 0,1 persen per tahun.
Selain itu, perhitungan utang di atas belum mencakup penarikan pinjaman tambahan oleh KCIC guna menutupi pembengkakan biaya (cost overrun) yang mencapai 1,2 miliar dollar AS, yang mana bunga utang tambahannya juga lebih tinggi, yaitu di atas 3 persen per tahun.
Sebagian besar porsi pembiayaan proyek Whoosh memang ditopang oleh fasilitas kredit CDB, disamping tambahan modal pemerintah lewat APBN serta kontribusi ekuitas dari konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China sesuai persentase kepemilikan saham masing-masing di KCIC.
Sebagian besar alokasi dana untuk mengatasi cost overrun dipenuhi dari tambahan pinjaman CDB. Sisanya ditutup melalui pembagian modal dari BUMN Indonesia dan mitra China yang menggarap proyek tersebut.
Skema pembagian beban cost overrun ini ditanggung bersama, di mana 60 persen diampu oleh konsorsium Indonesia dan 40 persen sisanya diampu oleh konsorsium China.
Sementara itu, merujuk laporan pada 9 Januari 2024, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat itu, Didiek Hartantyo memaparkan bahwa rincian bunga kredit Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari CDB terbagi menjadi dua menyesuaikan mata uang pinjaman.
Total utang sebesar 542,7 juta dollar AS dialokasikan dalam denominasi dollar AS sejumlah 325,6 juta dollar AS (Rp 5,04 triliun) dengan bunga 3,2 persen, sedangkan 217 juta dollar AS (Rp 3,36 triliun) sisanya diberikan dalam mata uang renminbi/yuan (RMB) bertingkat bunga 3,1 persen.
Didiek menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman dari CDB tersebut dimanfaatkan guna membiayai porsi cost overrun KCJB yang ditanggung konsorsium Indonesia sebesar 75 persen, dan 25 persen sisanya dipenuhi lewat PMN yang bersumber dari APBN.
"Pinjaman dari CDB merupakan pendanaan cost overrun dari pinjaman porsi konsorsium Indonesia 542,7 juta dollar AS. Untuk porsi equity porsi konsorsium Indonesia telah dipenuhi dari PMN," tuturnya.