JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Sesi I terkunci di zona merah pada jeda perdagangan siang hari ini, Senin (24/8/2026). Merujuk pada pembaruan IDX Mobile, IHSG tertahan di level 6.480,65 pada Senin (24/8/2026).
Indeks komposit bergerak dalam kurva 6.474,57 sampai 6.551 sepanjang sesi I perdagangan. Sementara itu, capaian kapitalisasi pasar atau market cap menyentuh angka Rp11.382 triliun. Terdata sebanyak 249 saham menguat, 388 saham melorot, dan 326 saham melaju stagnan.
Deretan saham yang masuk daftar Top Gainers, antara lain saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO) meloncat hingga 34,31% menuju level Rp184. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) turut melesat hingga 27,91% ke posisi Rp110.
Disusul saham PT Steady Safe Tbk. (SAFE) yang terangkat 23,35% ke level Rp486. Pada urutan berikutnya, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA) melonjak 23,08% ke level Rp224.
Penguatan juga melingkupi saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) yang melompat 20% menuju level Rp13.650.
Di sisi lain, jajaran saham yang menghuni daftar Top Losers, yakni saham Majoris Pefindo I-Grade ETF Indonesia ETF (XMIG) yang anjlok 14,63% ke level Rp140. Sementara Batavia IDX30 ETF Index Mutual Fund (XBID) ikut merosot 10,29% menjadi Rp488.
Di posisi berikutnya terdapat Intermedia Capital (MDIA) yang terperosok 10% ke level Rp252. Saham PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) juga masuk jajaran top losers dengan terkikis 9,92% ke level Rp118.
Melengkapi deret 5 besar, saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) tergerus 9,09% ke posisi Rp30.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, memperkirakan IHSG bergerak secara mixed dengan kecenderungan positif pada kisaran support 6.455—6.400 serta resistance di rentang 6.568—6.600.
Menurut pemaparannya, secara teknikal IHSG telah mengonfirmasi struktur bullish dalam jangka pendek.
”Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed to positive dengan support di 6.455–6.400 dan resistance di 6.568–6.600. Secara teknikal, IHSG telah breakout level psikologis 6.500 dan mengonfirmasi struktur bullish jangka pendek. Selama mampu bertahan di atas 6.500, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju upside target 6.568–6.716 sesuai proyeksi Fibonacci pada chart, meski profit taking tetap berpotensi terjadi setelah kenaikan yang cukup signifikan,” katanya dalam riset harian, Senin (24/8/2026).
Menurut pandangannya, deretan sentimen ikut memicu potensi laju positif IHSG hari ini, di antaranya masuknya arus dana asing (inflow) serta penguatan nilai tukar rupiah yang berlangsung kurun waktu belakangan.
Walau demikian, Reza memberikan peringatan kepada para investor terkait risiko outflow menjelang berlakunya tanggal efektif rebalancing MSCI pada 31 Agustus.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan pergerakan IHSG mencatatkan lonjakan 1,93% sehingga mampu ditutup pada level 6.525,690 dari posisi 6.401,888 pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 47,90% menjadi 50,30 miliar lembar saham dari 34,01 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar, Jumat (21/8/2026).