JAKARTA - Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Dimposma Sihombing menyatakan pihaknya siap memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif di kawasan desa lewat produksi karya film hasil kreasi para sineas desa.
“Banyak sineas lokal, konten-konten kreator di level desa sangat potensial. Ini erat kaitannya dengan ekonomi kreatif, di situ ada,” kata Dimposma saat memberikan sambutan dalam Forum Diskusi Jambore Nasional Perfilman Desa 2026, seperti diikuti secara daring di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Lebih jauh, Dimposma menuturkan bahwasanya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menemukan potensi besar yang dipunyai para pemuda-pemudi di desa dalam memproduksi karya film sewaktu menggelar Festival Film Desa. Ajang tersebut dihelat guna memperingati Hari Desa Nasional pada 15 Januari lalu.
Menurut pengamatannya, para peserta yang berpartisipasi dalam Festival Film Desa membuktikan bahwasanya mereka sanggup mengusung potensi, kebudayaan, hingga realitas kehidupan sosial di desa ke dalam medium film pendek.
“Sineas lokal di desa di seluruh Indonesia punya potensi, mengangkat kehidupan-kehidupan sosial di level desa, baik itu budaya, apapun di level desa. Itu diangkat melalui film pendek,” kata Dimposma.
Di samping itu, ia turut mencermati besarnya antusiasme masyarakat desa dalam melahirkan karya lewat seni film. Dimposma mengungkapkan semangat itu terlihat jelas dari berlimpahnya jumlah peserta yang mendaftar dalam Festival Film Desa.
“Kami kemarin di tahun kemarin sudah melaksanakan Festival Film Desa. Itu sukses, antusias sekali, (jumlah peserta) yang mendaftar 400 hingga 500. Ternyata, sineas lokal itu antusias untuk menampilkan kehidupan-kehidupan sosial, budaya yang ada di level desa untuk difilmkan melalui video pendek,” kata dia.
Berikatan dengan hal tersebut, Kemendes PDT kemudian turut memfasilitasi pelaksanaan Jambore Nasional Perfilman Desa 2026 ini.
Untuk diketahui, Jambore Nasional Perfilman Desa 2026 merupakan ajang kemah film bagi para pegiat perfilman desa serta penggerak desa yang berkeinginan mengembangkan sinematografi sebagai bagian dari kebudayaan demi memajukan kawasan desa.
Agenda jambore tersebut berlangsung sejak 26 hingga 29 Agustus mendatang secara tatap muka di Watu Gambir Park Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Serangkaian kegiatan disajikan pada jambore ini, seperti bermacam kelas pelatihan mulai dari pelatihan kamera ramah desa hingga pelatihan penyuntingan gambar.
Penyelenggaraan Jambore Nasional Perfilman Desa disokong oleh berbagai pihak, mencakup Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, hingga institusi perfilman.