RI Gandeng PNG dan Malaysia Dorong Sawit serta Kakao Berkelanjutan

RI Gandeng PNG dan Malaysia Dorong Sawit serta Kakao Berkelanjutan
ekerja membawa tandan buah segar sawit [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia menggandeng Papua Nugini dan Malaysia guna menguatkan pengembangan komoditas strategis kelapa sawit dan kakao agar senantiasa berkelanjutan.

Sinergi tiga negara dalam memajukan kedua komoditas ini direalisasikan melalui gelaran perhelatan Regional Learning Forum.

"Jadi, apa yang akan dibahas adalah di sini ada dua komoditi penting, yang bukan hanya penting untuk Indonesia tapi juga untuk regional, yaitu cokelat dan palm oil atau sawit," kata Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendriati saat konferensi pers dalam acara Regional Learning Forum di Hotel Pullman Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Lewat forum itu, ketiga negara saling berbagi wawasan serta pengalaman perihal tata cara pengelolaan komoditas kelapa sawit dan kakao agar terus bertumbuh, berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani.

Nani memaparkan, Indonesia telah memiliki Food Systems, Land Use, and Restoration (FOLUR) yang menjadi program kolaborasi guna mereformasi sistem pangan, alokasi penggunaan lahan, hingga pemulihan daya dukung lingkungan dengan menitikberatkan pada komoditas tertentu.

Program FOLUR Indonesia sendiri menitikberatkan pada empat komoditas utama, yaitu kelapa sawit, kakao, kopi, dan padi. Kendati demikian pada kolaborasi kali ini, ketiga negara bakal lebih intensif mengulas komoditas kakao dan kelapa sawit.

Dalam sesi diskusi tersebut, topik yang dikaji tidak sekadar seputar Program FOLUR Indonesia, melainkan juga dukungan konkret dari United Nations Development Programme (UNDP), Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia, serta Pemerintah Inggris (UK) dan Swiss bagi Indonesia dalam memajukan dua komoditas strategis itu.

Nani mengutarakan, telah banyak proyek yang dieksekusi Indonesia bersama negara mitra untuk mendukung aspek keberlanjutan komoditas sawit dan kakao.

"Bahwa ada juga project-project yang sudah dilakukan walaupun tidak besar skalanya tapi memberi dampak kepada masyarakat. Jadi di sini yang di-highlight adalah bukan hanya environment atau ekonomi, tapi juga sosial," tutur dia.

Oleh sebab itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menginstruksikan agar ajang Regional Learning Forum ini mampu menjadi arena antarnegara untuk saling bertukar pengetahuan serta best practices demi mencapai keberhasilan dalam memelihara kelestarian kedua komoditas tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index