Atap Jadi Aset Energi, PLTS Mulai Masuk Ekonomi Kawasan Terpadu

Atap Jadi Aset Energi, PLTS Mulai Masuk Ekonomi Kawasan Terpadu
ILUSTRASI Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemanfaatan area di kawasan terpadu mulai berkembang beriringan dengan kebutuhan menjaga efisiensi operasional, termasuk melalui pemanfaatan atap bangunan sebagai sarana penghasil energi listrik.

Langkah tersebut diimplementasikan oleh PT Pancaran Suara Citra (PSC), pengelola utilitas kawasan terpadu Ciputra World Surabaya di bawah naungan Ciputra Group, berkolaborasi dengan iForte Energi melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kapasitas terpasang sebesar 586,95 kilowatt peak (kWp).

“Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan yang lebih hijau dan bersih. Pada tahun pertama operasinya, PLTS Atap ini diperkirakan menghasilkan energi listrik sebesar 795 MWh, mengurangi emisi karbon hingga 715 ton CO?,” ujar Direktur Utama PT Pancaran Suara Citra Denpharanto Agung Krisprimandoyo kepada jurnalis, termasuk Kompas.com, Sabtu (29/8/2026).

Menurut penuturan Denpharanto, pengoperasian PLTS Atap tersebut tidak sekadar berfokus pada produksi energi listrik terbarukan, tetapi juga diproyeksikan berdampak terhadap penekanan pemakaian energi berbahan bakar fosil.

“Serta menghemat konsumsi bahan bakar setara 337.817 liter bensin. Dampak lingkungan dari pengurangan emisi ini setara dengan penanaman 15.897 pohon,” imbuhnya.

PLTS Atap tersebut ditempatkan di kawasan mixed-use Ciputra World Surabaya yang menyatukan pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, apartemen, hingga beragam fasilitas gaya hidup. 

Pasokan energi menjadi salah satu komponen krusial guna menjaga keberlangsungan operasional seluruh fasilitas tersebut. Pemanfaatan area atap kemudian difungsikan untuk menambah sumber energi terbarukan ke dalam skema operasional kawasan.

Tanpa Investasi Awal dari Pengelola Kawasan

Kemitraan antara PT Pancaran Suara Citra dan iForte Energi ini sekaligus menandai masuknya Ciputra World Surabaya ke dalam jaringan Cahaya iForte Energi.

 Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi kedua entitas dalam mengoptimalkan energi bersih pada sektor properti dan ritel.

Pengoperasian PLTS Atap dijalankan lewat mekanisme Zero-CAPEX. Melalui skema ini, proses instalasi PLTS didukung penuh oleh iForte Energi, sementara PT Pancaran Suara Citra menyediakan ruang yang digunakan untuk pengoperasian sistem. 

Skema ini memungkinkan pemanfaatan energi surya dapat direalisasikan tanpa memerlukan alokasi investasi awal yang besar dari pengelola kawasan.

Model pengelolaan ini berkaitan langsung dengan kalkulasi ekonomis kawasan, mengingat di tengah persaingan industri pusat perbelanjaan dan kawasan terpadu, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu variabel kunci. 

Pemanfaatan energi terbarukan ini pun menjadi strategi yang dikembangkan PT Pancaran Suara Citra untuk menopang operasional kawasan dalam jangka panjang.

Energi Surya Masuk Operasional Kawasan Terpadu

Sebagai entitas di bawah bendera Ciputra Group, PT Pancaran Suara Citra bertanggung jawab mengelola operasional utilitas di kawasan terpadu Ciputra World Surabaya. 

Karakter kawasan yang menggabungkan pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, apartemen, serta fasilitas gaya hidup dalam satu area menjadikan pemenuhan kebutuhan energi sebagai elemen penting aktivitas sehari-hari.

Lewat pengoperasian PLTS Atap, PT Pancaran Suara Citra mulai memasukkan elemen energi terbarukan ke dalam sistem operasional kawasan. 

Kerja sama dengan iForte Energi ini juga menjadi wujud komitmen jangka panjang perusahaan dalam mewujudkan tata kelola kawasan yang lebih efisien serta berorientasi lingkungan.

Bagi para pengunjung, pergeseran sumber energi ini tidak selalu tampak secara kasat mata. Aktivitas di pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, apartemen, serta fasilitas lainnya tetap beroperasi sebagaimana biasanya. 

Namun, di bagian atas gedung yang setiap harinya menampung berbagai aktivitas warga tersebut, area atap kini mengemban fungsi baru. Selain sebagai peneduh bangunan, area itu dimanfaatkan untuk menyerap sinar matahari dan mengolahnya menjadi listrik demi menopang operasional kawasan.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index