Rupiah Lemah ke Rp17.722/USD Terseret Greenback dan Isu Global

Rupiah Lemah ke Rp17.722/USD Terseret Greenback dan Isu Global
Ilustrasi - Nilai tukar rupiah. (Foto: NET)

JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda masih belum sanggup keluar dari tekanan greenback. 

Berdasarkan data analisis Doo Finansial Futures, rupiah ditutup memerah dengan penurunan 0,16% atau terdepresiasi 29 poin ke posisi Rp17.722 per dolar AS hari ini, Senin (31/8/2026).

Selain mata uang Garuda, mata uang peso Filipina terhadap dolar AS melemah 0,21%, disusul dolar Taiwan melemah 0,18%, dan ringgit Malaysia melemah 0,05%. 

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia sanggup tampil menguat seperti won Korea Selatan yang naik sebesar 0,57%, diikuti yen Jepang menguat 0,36%. 

Di samping itu, rupee India terhadap dolar AS menguat 0,24%, diikuti dolar Singapura menguat 0,15%, yuan China naik 0,12%, disusul baht Thailand menguat 0,09%, serta dolar Hong Kong menguat 0,03%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terkulai dan menutup perdagangan di zona merah. Lonjakan tajam dolar AS yang didorong oleh sentimen eksternal global menjadi faktor utama yang menekan pergerakan mata uang Garuda.

Sentimen global bersumber dari sinyal hawkish The Fed dari pidato bernada keras (hawkish) dari Kepala Federal Reserve, Kevin Warsh, yang memberikan dorongan kuat pada pemulihan dolar AS. 

"Selain itu juga ketegangan di Timur Tengah yang kembali memanas turut melambungkan harga minyak mentah dunia, memicu kecemasan inflasi dan mendorong pelaku pasar berbondong-bondong mengamankan modal ke aset safe-haven dolar AS," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Untuk perdagangan esok hari, arah pergerakan rupiah diprediksi bertumpu pada respons pelaku pasar terhadap publikasi data ekonomi krusial dari dalam negeri, yakni angka inflasi dan neraca perdagangan. 

Pengumuman data domestik ini dinantikan dapat berfungsi sebagai penahan gempuran dolar AS sekaligus menyuplai katalis positif bagi pasar keuangan nasional. Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.650 – Rp17.800 per dolar AS untuk perdagangan esok hari Selasa (31/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index