Mentan Tinjau Pompanisasi Karawang Pastikan Petani Tetap Tanam

Mentan Tinjau Pompanisasi Karawang Pastikan Petani Tetap Tanam
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaksanakan peninjauan lapangan terkait program pompanisasi sawah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Langkah ini diambil guna menjamin aktivitas bercocok tanam para petani tidak terhenti meski wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau.

"Kami sidak. Melihat langsung apa benar pomba sudah dipasang," kata Mentan di Karawang, Senin.

Dalam rangkaian inspeksi mendadak ke sejumlah areal persawahan setempat, Mentan memeriksa ketersediaan pasokan air serta berjalannya fungsi instalasi pompa air secara langsung. 

Berdasarkan temuan di lapangan, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi terpantau melimpah, namun pemanfaatannya bagi sebagian lahan sawah masih belum optimal.

Mentan menegaskan pentingnya penanganan cepat agar ketersediaan air tersebut dapat segera dialirkan ke lahan pertanian, sehingga petani tidak melewatkan momentum masa tanam selama kemarau berlangsung.

“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Amran.

Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan sangat krusial untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif serta bantuan yang disalurkan tepat sasaran bagi masyarakat tani.

“Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,” tegasnya.

Melalui optimalisasi pengairan lewat program pompanisasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan frekuensi panen di lahan-lahan pertanian yang sebelumnya hanya dua kali setahun menjadi tiga kali tanam sepanjang tahun. 

Upaya penyisiran wilayah bersumber air juga akan terus diperluas ke berbagai daerah lain di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

“Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,” kata Mentan.

Di Kabupaten Karawang sendiri, luas potensi lahan yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare. Selain meningkatkan indeks pertanaman, penerapan teknik budidaya yang lebih baik juga diyakini mampu mendongkrak tingkat produktivitas hasil panen petani setempat dari kisaran tujuh ton per hektare menjadi jauh lebih tinggi.

“Produksinya petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa penanaman pada musim kemarau berpotensi menghasilkan produktivitas yang optimal karena proses fotosintesis tanaman didukung oleh paparan sinar matahari yang maksimal, asalkan kebutuhan airnya tercukupi dengan baik.

“Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton per hektare. Kenapa? Fotosintesis itu penuh,” katanya.

Program pemasangan sekitar 100 ribu unit pompa air yang telah direalisasikan sebelumnya terbukti memberikan dampak signifikan dengan menyumbang tambahan produksi gabah sekitar 2,8 juta ton khusus di wilayah Pulau Jawa. 

Keberhasilan ini mendorong pemerintah untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama Kementerian PU, pemda, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan.

“Saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen SDA, luar biasa, Pak Menteri PU. Saya kagum pada Dirjen SDA. Terima kasih, ini adalah putra terbaik bangsa,” ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index