JAKARTA - Gelandang Barcelona, Dani Olmo, baru-baru ini merasakan momen membanggakan di tanah kelahirannya, Terrassa, setelah turut merayakan kesuksesan Timnas Spanyol menjadi kampiun Piala Dunia 2026. Dani Olmo disambut hangat layaknya seorang pahlawan sebelum memberikan keterangan kepada media.
Pada kesempatan tersebut, Olmo membahas berbagai kabar hangat, termasuk batalnya kepindahan Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas ini. Kepindahan tersebut gagal terealisasi lantaran Atletico Madrid enggan membuka pintu negosiasi, walaupun Julian Alvarez disebut-sebut sangat berhasrat untuk hengkang.
Olmo mengaku tidak habis pikir dengan langkah Atletico Madrid yang menahan Julian Alvarez meski sang penyerang sudah berniat untuk pindah.
“Julian adalah pemain hebat, seorang penyerang tengah yang hebat, salah satu yang terbaik di dunia tanpa diragukan lagi, tapi itulah sepak bola,” katanya dikutip dari Mundo Deportivo, Kamis (3/9/2026).
“Apakah Anda memahaminya? Saya tidak. Pada akhirnya, kita semua memiliki mimpi masing-masing. Saya pikir Julián juga memahami hal itu.”
“Dia berjuang untuk mewujudkan mimpinya, tetapi pada akhirnya ada juga situasi eksternal lain yang tidak dapat dikendalikan.”
“Dalam hal itu, itu adalah salah satunya, sudah jelas. Tapi hidup terus berjalan. Ini tidak akan berhenti,” lanjut Dani Olmo.
Ambisi di Eropa
Meski tidak berhasil memboyong sang penyerang, kedalaman skuad serta kualitas para pemain Blaugrana dinilai tetap solid untuk bersaing di seluruh kompetisi.
“Secara pribadi, kami mengharapkan tahun yang sangat baik, tentu saja, dengan banyak persaingan, karena klub-klub lain juga telah memperkuat skuad mereka dengan sangat baik, tetapi saya pikir kami memiliki lebih dari cukup talenta untuk bersaing,” tegas Olmo.
Ia menekankan bahwa fokus utama klub saat ini adalah menjaga konsistensi kemenangan, termasuk mengincar trofi paling bergengsi di benua Eropa.
“Ada tujuan baru: untuk terus menang, untuk terus mempertahankan gelar Liga, Piala, dan Piala Super.”
“Kami ingin meraih Liga Champions, dan kami memiliki tim yang lebih dari cukup untuk itu,” ujarnya menambahkan.
Mengenai langkah klub yang membatalkan pesta penghormatan di Spotify Camp Nou akibat insiden di Elche, Olmo menegaskan para pemain menyetujui keputusan pihak manajemen.
“Pada akhirnya, klub memutuskan bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Kami, sebagai pemain, menghormati keputusan itu. Kami tahu klub sangat menghargai Piala Dunia yang telah kami menangkan,” jelas Olmo.
“Mereka merasa tempat itu bukanlah lokasi yang sempurna setelah semua yang telah terjadi. Pada akhirnya, tempat itu layak, bukan masalah besar.”
Rivalitas dengan Real Madrid
Menatap putaran musim baru, dirinya juga mewaspadai pergerakan sang rival abadi di papan atas, Real Madrid.
“Memang selalu seperti ini. Real Madrid adalah tim yang telah memperkuat diri dengan sangat baik, dengan pemain-pemain hebat. Dan begitu pula kami. Pada akhirnya, tujuan kami berdua adalah memenangkan segalanya,” katanya.
“Kami akan berjuang untuk apa yang telah kami raih, seperti yang selalu kami lakukan. Kami telah menjalani dua tahun yang sangat sukses di tingkat nasional dan sekarang kami ingin meraih kesuksesan di Eropa juga. Itulah tujuan kami.”
“Bagian tersulit bukanlah selalu menang, tetapi mempertahankan kesuksesan itu, mengulanginya, dan itulah tujuan kami,” pungkasnya.