Bantuan Kemenimipas Rp 1,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT Tiba di Ruteng, Rutan Rusak Berat Akan Dibangun Ulang

Bantuan Kemenimipas Rp 1,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT Tiba di Ruteng, Rutan Rusak Berat Akan Dibangun Ulang

NARASIINDONESIA.ID — Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenimipas, Mashudi, memimpin langsung proses distribusi bantuan di Rutan Kelas IIB Ruteng. Pendistribusian berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.30 Wita, menyalurkan puluhan ton kebutuhan pokok beserta logistik kesehatan bagi para pengungsi.

Mashudi menyampaikan permohonan maaf Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berhalangan hadir karena agenda lain. Kehadiran jajarannya di lokasi bencana, kata dia, merupakan wujud nyata negara untuk hadir di tengah masyarakat yang tengah tertimpa musibah.

"Mewakili Bapak Menteri, kami menegaskan kehadiran jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya jajaran dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Ruteng serta masyarakat sekitar," ujar Mashudi di lokasi.

Sembako dan Obat-Obatan untuk Korban Gempa

Sebanyak 20 ton beras, 2.000 selimut, dan 1.000 liter minyak goreng menjadi bagian dari paket bantuan yang dibagikan. Selain itu, Kemenimipas juga menyalurkan 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 rak telur, serta 1.000 dus mi instan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Logistik kesehatan seperti obat-obatan dan multivitamin turut disertakan dalam distribusi kali ini. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Imipas juga ikut mengirimkan bantuan tambahan untuk meringankan beban para korban gempa di daratan Flores.

Kerusakan Parah Rutan Ruteng, Butuh Rekonstruksi Total

Bencana gempa yang melanda wilayah NTT tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga infrastruktur pemasyarakatan. Tim teknis telah diturunkan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan Rutan Kelas IIB Ruteng yang rusak akibat getaran.

"Kami telah menurunkan tim untuk melakukan asistensi dan penilaian terhadap bangunan Rutan Kelas IIB Ruteng yang rusak akibat bencana. Hasil penilaian akan segera ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan pembangunan kembali dan penyusunan RAB," ucap Mashudi.

Berdasarkan hasil peninjauan awal, kerusakan yang dialami sebagian besar struktur bangunan rutan masuk kategori berat. Mashudi menegaskan bangunan tersebut kurang memungkinkan untuk hanya ditata ulang dan memerlukan proses pembangunan kembali secara menyeluruh.

Makan Cadong dan Semangat Warga Binaan

Di sela-sela agenda peninjauan, Mashudi menyempatkan diri berdialog dengan warga binaan. Dirjenpas meminta para narapidana tetap menjaga semangat dan tidak patah arang dalam menghadapi situasi sulit pascagempa.

Sejumlah warga binaan menyampaikan aspirasi terkait penghitungan dua pertiga masa pidana di tengah kondisi darurat. Kepala Rutan Ruteng memastikan proses pengusulan hak tersebut tetap berjalan sesuai standar pelayanan meskipun infrastruktur kantor saat ini rusak.

Mashudi kemudian meluangkan waktu untuk makan cadong bersama warga binaan serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ruteng. Setelah agenda di Ruteng rampung, rombongan bertolak ke Labuan Bajo untuk meninjau lahan milik Kemenimipas seluas sekitar 3,3 hektare yang berada di kawasan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index