Husein Sastranegara Jadi Bandara Internasional, Ini Jenis Pesawatnya

Husein Sastranegara Jadi Bandara Internasional, Ini Jenis Pesawatnya
Bandara Husein Sastranegara Bandung [FOTO: NET].

JAKARTA - Bandara Husein Sastranegara Bandung bersiap kembali melayani rute internasional selepas status izin penerbangan internasionalnya sempat dicabut pada 2024.

Di tengah alur penetapan kembali sebagai bandara internasional, Bandara Husein Sastranegara menghadapi kendala panjang landasan pacu sehingga tidak seluruh tipe pesawat sanggup beroperasi. Tipe pesawat tertinggi yang mampu dilayani yakni Boeing 737-800.

General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, menyampaikan kesiapan pihak bandara dalam melayani penerbangan internasional telah memasuki tahapan akhir. Mulai dari segi fasilitas, sumber daya manusia, hingga alur pelayanan penumpang, berbagai langkah persiapan sudah dijalankan.

“Pesawat (maksimal) yang bisa kami layani itu adalah Boeing 737-800,” ujar Granito di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jumat (4/9/2026).

Ia memaparkan, Bandara Husein Sastranegara dibekali landasan pacu berdimensi panjang 2.220 meter serta lebar 45 meter. Dengan dimensi tersebut, daya tampung bandara memang terbatas pada tipe pesawat tertentu, apalagi landasan pacu sudah tidak memungkinkan untuk diperpanjang.

“Kami memiliki keterbatasan lahan. Sisi udara, runway kami 2.220 dan tidak mungkin lagi dilakukan perpanjangan lagi. Jadi memang kapasitas ini rasanya memang kapasitas maksimum yang sudah bisa kami untuk melayani penerbangan,” katanya.

Walau menghadapi keterbatasan, Granito menjamin kendala itu tidak menyurutkan langkah Bandara Husein Sastranegara untuk kembali menjadi pintu gerbang penerbangan internasional di Jawa Barat. Bandara tersebut pun telah berpengalaman mengelola penerbangan internasional sebelum izinnya dicabut pada 2024.

Saat ini, Bandara Husein Sastranegara telah mengoperasikan penerbangan domestik memakai pesawat jet beserta propeller. Garuda Indonesia melayani rute Bandung-Denpasar, sedangkan Citilink melayani beberapa rute, seperti Denpasar, Kuala Namu, Balikpapan, Surabaya, dan Palembang.

Di samping itu, Super Air Jet dijadwalkan mulai mengudara dari Bandara Husein Sastranegara pada 18 September 2026 dengan rute Kuala Namu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar, serta Balikpapan. Sementara itu, armada pesawat propeller dioperasikan Susi Air untuk rute Halim Perdanakusuma dan Cijulang Pangandaran.

“Jadi total nanti akan ada kurang lebih 10 rute yang melayani terbang menuju dan dari Bandara Husein Sastranegara,” ujar Granito.

Demi menunjang penerbangan internasional, pihak pengelola melangsungkan perbaikan fasilitas tanpa mendirikan bangunan terminal baru. Terminal Bandara Husein Sastranegara memiliki luas berkisar 17.000 meter persegi, yang terbagi atas 12.000 meter persegi bagi area domestik serta 5.000 meter persegi untuk rute internasional.

Granito mengutarakan daya tampung terminal secara keseluruhan sanggup menampung hingga 3,4 juta penumpang setiap tahunnya. Adapun deretan fasilitas yang telah diperbaiki mencakup kawasan terminal, toilet, musala, wahana bermain anak, hingga area sisi udara layaknya runway, taxiway, dan apron.

“Untuk bisa menghadirkan penerbangan internasional, ada beberapa hal yang tentunya harus juga kami penuhi itu di antaranya meliputi beberapa aspek,” katanya.

Langkah persiapan tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni premises, people, dan process. Dari pilar premises, beraneka fasilitas penunjang layanan internasional, termasuk kebutuhan Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ), telah disiapkan.

Dari aspek keselamatan penerbangan, kualifikasi pemadam kebakaran atau Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Bandara Husein Sastranegara pun dinaikkan dari kategori 5 menjadi kategori 7.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index