El Nino Pemicu Inflasi, Harga Cabai & Bawang Merah Berpotensi Naik

El Nino Pemicu Inflasi, Harga Cabai & Bawang Merah Berpotensi Naik
ilustrasi inflasi [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi bahwa ancaman fenomena El Nino dapat memicu peningkatan inflasi di Indonesia hingga menyentuh angka 3,5 persen pada akhir 2026.

Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengungkapkan, ancaman El Nino menjadi salah satu poin kritis yang harus diwaspadai karena berpeluang melambungkan harga bahan pangan.

"Ada risiko terkait El Nino yang diperkirakan lebih menguat gitu ya faktor resikonya jadi, ada yang kami harus pantau yang semua kami harus pantau tentunya adalah perkembangan terkait dengan harga pangan ke depan," kata Dian dalam Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Mempertimbangkan situasi tersebut, Bank Mandiri tetap berpegang pada estimasi inflasi akhir tahun di kisaran 3,5 persen.

Menurut pemaparannya, angka proyeksi itu masih berada di batas tertinggi dari kisaran target inflasi Bank Indonesia (BI) yakni 1,5 persen sampai 3,5 persen.

"Jadi kami memang melihat, kami sudah antisipasi ya, ada potensi penguatan dampak El Nino terjadi di semester II ini. Jadi forecast inflasi kami di akhir tahun 3,5 persen itu sebenarnya sudah mencakup risiko kenaikan El Nino," jelasnya.

Dian menerangkan bahwa inflasi di sektor komoditas pangan (food inflation) diperkirakan bakal berada di level sekitar 6 persen pada penutupan tahun 2026.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi pangan per Agustus 2026 berada di angka 4,06 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Jadi di akhir tahun kami memperkirakan total headline inflasi itu 3,5 persen. Food inflation-nya, inflasi harga pangan itu kemungkinan di 6 persen," jelasnya.

Oleh karena itu, potensi tekanan tambahan pada inflasi imbas risiko El Nino tetap ada. Namun demikian, Dian menilai efek yang ditimbulkan masih relatif dapat dikendalikan.

Lebih jauh, Dian menyampaikan bahwa dampak El Nino diprediksi bakal paling terasa pada kelompok komoditas hortikultura, khususnya bawang merah dan cabai merah.

"Nah memang kalau lebih detilnya, elasticity-nya memang menunjukkan dampak terbesar itu pada komoditas hortikultura," tuturnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan kalkulasi internal Bank Mandiri, setiap kenaikan indeks El Nino sebesar 11 poin berpotensi mendongkrak harga bawang merah dan cabai merah.

"Jadi kami melihat setiap kenaikan indeks El Nino sebesar 11 poin, itu akan menaikkan harga bawang merah dan cabai merah terutama ya, yang akan terimbas masing-masing kisaran 2 persen, 2,4 persen untuk bawang merah, 2,2 persen untuk cabai merah," ungkapnya.

Kendati demikian, ia meyakini gelombang tekanan itu tidak sampai melampaui batas atas dari target sasaran BI.

"Tapi overall headline inflation-nya masih di batas atas tadi ya, target Bank Indonesia di 3,5 persen. Jadi menurut kami dampaknya relatif bisa termanage," ucapnya.

Di samping ancaman El Nino, Bank Mandiri turut memantau dinamika faktor eksternal yang dapat memicu inflasi, salah satunya gejolak geopolitik global yang berpotensi menahan harga minyak dunia tetap tinggi.

"Terkait geopolitik global bahwa harga minyak ini masih ada di kisaran yang tinggi ya 80 sampai 90 dollar per barrel," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index