JAKARTA – Pergerakan harga emas di pasar domestik mengalami tren penguatan pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Peningkatan nilai ini tercatat pada harga emas Antam yang dijual di Logam Mulia, maupun harga emas Galeri 24, Antam, dan UBS di jaringan Pegadaian.
Merujuk pada publikasi resmi Logam Mulia, emas Antam pecahan 1 gram dibanderol Rp 2.670.000 per gram pada Jumat (4/9/2026) pukul 09.00 WIB. Nilai ini melonjak Rp 31.000 bila disandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp 2.639.000 per gram.
Selaras dengan hal tersebut, nilai buyback atau cetak kembali emas Antam turut melonjak Rp 31.000 per gram, bergerak dari angka Rp 2.492.000 menjadi Rp 2.523.000 per gram.
Patokan buyback ini menjadi acuan ketika pemilik emas ingin menjual kembali emas batangan Antam milik mereka ke PT Aneka Tambang Tbk.
Sebagai gambaran, produk emas batangan Antam disediakan dalam berbagai ukuran berat, mulai dari varian terkecil 0,5 gram hingga varian terbesar 1.000 gram (1 kilogram).
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam terbaru pada Jumat (4/9/2026) pukul 09.00 WIB:
0,5 gram: Rp 1.385.000
1 gram: Rp 2.670.000
2 gram: Rp 5.280.000
3 gram: Rp 7.895.000
5 gram: Rp 13.125.000
10 gram: Rp 26.195.000
25 gram: Rp 65.362.000
50 gram: Rp 130.645.000
100 gram: Rp 261.212.000
250 gram: Rp 652.765.000
500 gram: Rp 1.305.320.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.610.600.000
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian
Di sisi lain, pergerakan harga emas di Pegadaian pada Jumat (4/9/2026) juga memperlihatkan tren naik untuk pecahan Galeri 24, Antam, serta UBS.
Mengutip data teranyar Pegadaian per Jumat (4/9/2026), harga emas Galeri 24 pecahan 1 gram naik Rp 22.000, bergerak dari Rp 2.594.000 menjadi Rp 2.616.000 per gram.
Emas Antam pecahan 1 gram di Pegadaian pun terkatut naik Rp 32.000, dari sebelumnya Rp 2.679.000 menjadi Rp 2.711.000 per gram.
Adapun emas produk UBS ukuran 1 gram terkerek naik Rp 30.000, bergeser dari posisi Rp 2.629.000 menjadi Rp 2.659.000 per gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Galeri 24, Antam, dan UBS di Pegadaian berdasarkan pembaruan data Jumat (4/9/2026).
Harga Emas Galeri 24 Hari Ini
0,5 gram: Rp 1.372.000
1 gram: Rp 2.616.000
2 gram: Rp 5.169.000
5 gram: Rp 12.826.000
10 gram: Rp 25.584.000
25 gram: Rp 63.615.000
50 gram: Rp 127.128.000
100 gram: Rp 254.131.000
250 gram: Rp 633.767.000
500 gram: Rp 1.267.534.000
1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.535.068.000
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian
0,5 gram: Rp 1.406.000
1 gram: Rp 2.711.000
2 gram: Rp 5.360.000
3 gram: Rp 8.014.000
5 gram: Rp 13.322.000
10 gram: Rp 26.588.000
25 gram: Rp 66.343.000
50 gram: Rp 132.605.000
100 gram: Rp 265.131.000
Harga Emas UBS Hari Ini di Pegadaian
0,5 gram: Rp 1.438.000
1 gram: Rp 2.659.000
2 gram: Rp 5.276.000
5 gram: Rp 13.038.000
10 gram: Rp 25.940.000
25 gram: Rp 64.722.000
50 gram: Rp 129.178.000
100 gram: Rp 258.255.000
250 gram: Rp 645.447.000
500 gram: Rp 1.289.379.000
Harga Emas Dunia
Pada tingkat global, harga emas dunia melesat lebih dari 2 persen saat penutupan sesi perdagangan Kamis (3/9/2026) atau Jumat (4/9/2026) pagi WIB. Penguatan harga emas ini dipicu oleh sikap pelaku pasar yang memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada September 2026.
Melansir Reuters, harga emas spot terangkat 2,3 persen ke posisi 4.488,54 dollar AS per troy ounce. Pada saat bersamaan, harga emas berjangka AS ditutup melesat 2,8 persen ke level 4.539,90 dollar AS per troy ounce.
Lonjakan emas ini mengemuka seiring pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyebutkan bahwa dirinya lebih cenderung mendukung opsi penahanan suku bunga apabila rilis data ekonomi mendatang membuktikan bahwa tekanan inflasi terus melandai.
Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar menurunkan perkiraan terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada rapat 15-16 September 2026. Pasar saat ini memprediksi peluang penaikan suku bunga pada pertemuan tersebut tinggal 54 persen, susut dari posisi 62 persen sebelum pidato Waller.
"Saya pikir pelaku pasar saat ini melihat The Fed akan bersikap tidak terlalu agresif terhadap suku bunga," kata Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn.
"Semakin banyak pelaku pasar yang mulai mempertimbangkan kemungkinan The Fed hanya akan melakukan satu kali kenaikan suku bunga, tetapi kemungkinan tidak banyak lagi yang dapat mereka lakukan terhadap suku bunga setelah itu," lanjut dia.
Melandainya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga menopang harga emas lantaran menekan biaya peluang (opportunity cost) dari memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Mata uang dollar AS yang melemah pun menjadikan harga emas makin murah bagi pemilik mata uang lainnya sehingga memicu gairah pembelian logam mulia.
Kini para investor tengah menantikan indikator nonfarm payrolls atau data tenaga kerja sektor nonpertanian AS yang dijadwalkan terbit Jumat (4/9/2026). Setelahnya, pasar bakal fokus mencermati laporan inflasi meliputi indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) AS pekan depan.
Deretan data ini amat dinanti pasar lantaran dapat menyuplai sinyal terkait arah kebijakan moneter The Fed, utamanya atas penetapan tingkat suku bunga pada September.
Bila kondisi ekonomi dan data ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan, dorongan terhadap kebijakan suku bunga yang longgar bakal menguat dan berpotensi memacu harga emas. Sebaliknya, rilis data yang kuat bisa makin mengukuhkan ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang dan membebani emas.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT