JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penjajakan kerja sama teknologi pengelolaan air perkotaan bersama Shenzhen Water Group sebagai bagian dari rangkaian agenda Jakarta di China.
"Jakarta memiliki kebutuhan dan tantangan perkotaan, sementara Shenzhen memiliki pengalaman dan inovasi teknologi. Kami berharap koneksi ini dapat berkembang menjadi knowledge-sharing, kerja sama teknis, dan transfer teknologi," kata Kepala PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Langkah ini dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta sewaktu mendampingi PAM Jaya dalam agenda pertemuan dengan Shenzhen Water Group di Shenzhen.
Pertemuan tersebut mendiskusikan peluang penerapan manajemen air pintar (smart water management), terutama penggunaan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), peningkatan efisiensi distribusi air, hingga penanganan pengendalian kehilangan air (non-revenue water/NRW).
Rekam jejak Shenzhen dalam mengelola infrastruktur kota berbasis teknologi dianggap selaras dengan target transformasi Jakarta menuju kota yang kian digital, tangguh, serta berkelanjutan.
Langkah Pemprov DKI bersama Shenzhen menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jakarta di China, bertepatan dengan partisipasi Indonesia dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou.
CISMEF merupakan wadah yang mempertemukan pihak pemerintah, pelaku usaha, investor, maupun mitra ekonomi dari area Asia-Pasifik, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju APEC Economy Leader's Meeting di Shenzhen pada 18–19 November 2026.
Bagi pihak Jakarta, momentum CISMEF dan APEC tak sebatas digunakan untuk memperluas jangkauan pasar UMKM, namun turut membuka jalur kerja sama pada sektor strategis mencakup bidang teknologi dan infrastruktur perkotaan.