Bulog: Penyaluran Bantuan Pangan Juli-September Capai 30 Persen

Bulog: Penyaluran Bantuan Pangan Juli-September Capai 30 Persen
Perum Bulog [FOTO: NET].

JAKARTA - Perum Bulog menyatakan penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juli-September 2026 telah menyentuh kisaran 30 persen dari keseluruhan mandat sebanyak 997.200 ton di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bantuan tersebut adalah jatah untuk tiga bulan yang didistribusikan kepada para penerima di pelbagai wilayah.

“Bantuan pangan untuk bulan Juli, Agustus, September ya, tiga bulan sekaligus dan ini kami salurkan juga di seluruh tanah air,” kata Rizal usai meninjau operasi pasar di Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menginstruksikan Bulog mendistribusikan 997,2 ribu ton Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) demi program bantuan pangan kepada 33.244.408 Penerima Bantuan Pangan (PBP) pada rentang Juli hingga September 2026.

Masing-masing penerima memperoleh jatah 10 kilogram (kg) beras tiap bulannya, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 30 kg untuk durasi tiga bulan.  

Pendistribusian porsi tiga bulan ini pun sanggup dilaksanakan secara serentak.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Progres sampai dengan hari ini sekitar 30 persen dari total hampir satu juta ton,” ujar dia saat ditanya bagaimana progres penyaluran bantuan pangan.

Bila dibandingkan, per 2 September 2026 bantuan pangan yang berhasil dibagikan terekam berjumlah 235.770 ton dari total penugasan sebesar 997,2 ribu ton.

Atas dasar itu, volume penyaluran terus melonjak pada kurun beberapa hari terakhir, kendati Rizal tak merinci angka tonase terkini yang sudah terbagi sampai Sabtu.

Skema bantuan pangan kurun Juli-September memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026 selaku patokan data penerima.

Bapanas menerangkan bantuan pangan ini berfungsi sebagai salah satu bantalan perlindungan sosial demi menopang kecukupan pangan keluarga, merawat daya beli warga, serta mengokohkan stabilitas pangan nasional.

Rizal menyebut Bulog senantiasa melakukan akselerasi distribusi dengan menitikberatkan ketepatan sasaran penerima, ketepatan waktu, dan ketepatan kuantitas bantuan yang diserahkan.

“Penyaluran bantuan pangan harus tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kuantumnya. Ini yang kami harapkan,” katanya.

Proses penyaluran bantuan pangan ini dibackup oleh ketersediaan beras pemerintah yang tersimpan pada gudang Bulog. Pada awal September 2026, persediaan beras di fasilitas simpan Bulog maupun mitra terekam berada di kisaran 5,4 juta ton.

Sebelumnya, Bapanas mencatat bantuan pangan beras rentang Februari-Maret 2026 telah dikucurkan sebanyak 662,87 ribu ton.

Menyusul tambahan alokasi Juli-September sebesar 997,2 ribu ton, jumlah keseluruhan bantuan pangan beras yang disiapkan pemerintah sepanjang tahun 2026 menyentuh sekitar 1,66 juta ton.

Jumlah volume tersebut melonjak sekitar 133,83 persen bila disandingkan dengan realisasi bantuan pangan beras sepanjang 2025 yang terekam sebesar 710,78 ribu ton.

Bapanas mengutarakan penguatan program diselenggarakan sejalan dengan ketersediaan cadangan beras pemerintah yang mencukupi guna menjaga daya beli sekaligus stabilitas harga pangan.

Guna menopang distribusi rentang Juli-September 2026, Kementerian Keuangan telah memberikan persetujuan Anggaran Belanja Tambahan bernilai Rp17,52 triliun sehingga jatah tiga bulan dapat didistribusikan sekaligus kepada para penerima.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index