Bank Sumut dan Pemkab Taput Perkuat KUR Usaha Mikro dan Petani

Bank Sumut dan Pemkab Taput Perkuat KUR Usaha Mikro dan Petani
PT Bank Sumut (Perseroda) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Sumut (Perseroda) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, memperluas dan memperkuat jangkauan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku usaha mikro serta petani di wilayah tersebut.

"Ini sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas serta pengembangan ekonomi daerah," ucap Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026).

Ia menambahkan, penyaluran pembiayaan KUR ini dirancang agar tidak hanya berfokus pada pemberian modal tambahan, melainkan juga bertindak sebagai pemicu supaya usaha mikro terus tumbuh dan komoditas unggulan milik petani di Taput mempunyai nilai tambah lewat proses hilirisasi.

Komitmen tersebut selaras dengan poin-poin yang dibahas dalam kunjungan kerja spesifik jajaran Komisi VII DPR RI bersinergi dengan Pemkab Taput di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2028).

"Dalam pertemuan dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR RI Bapak Dr Saleh Partaonan Daulay tersebut membahas pengawasan penyaluran KUR sekaligus penguatan usaha mikro dan potensi ekonomi daerah bertumpu di sektor pertanian," kata Heru.

Menurut pengamatannya, tingkat kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah terhadap Bank Sumut mendorong perseroan untuk memastikan penyaluran KUR mendatangkan manfaat konkret bagi para pelaku usaha serta petani.

“Bagi Bank Sumut, pembiayaan UMKM bukan hanya tentang menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak perekonomian daerah,” jelas Heru.

Dalam rangka memperlebar keterjangkauan akses tersebut, Bank Sumut menyediakan program KUR mikro dengan besaran suku bunga nol persen untuk tahun ini, dan tiga persen pada 2027, yang dibebaskan dari biaya administrasi maupun provisi, serta disalurkan tanpa agunan.

Melalui skema khusus ini, diharapkan tercipta peluang yang makin terbuka bagi pelaku usaha mikro serta petani di Tapanuli Utara untuk memperoleh tambahan modal dengan beban pembiayaan yang jauh lebih terjangkau.

Bagi pihak Bank Sumut, proses pembiayaan tak selesai begitu saja saat dana kredit telah terdistribusi, melainkan harus saling terintegrasi dengan denyut aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari penggenjotan produktivitas, pengolahan komoditas, hingga tahap pemasaran.

"Yang ingin kami bangun bersama Pemkab Tapanuli Utara adalah ekosistem. Usaha kecil tumbuh, petani semakin produktif, komoditas memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya perputaran ekonomi semakin kuat di daerah,” tegas Heru.

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengutarakan, bidang pertanian menjadi tumpuan utama pendorong roda ekonomi di kabupaten tersebut, bersanding dengan industri kerajinan kain ulos serta destinasi pariwisata religi.

"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga tengah mendorong modernisasi pertanian, dan hilirisasi komoditas unggulan," kata Jonius.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa ketersediaan akses pembiayaan kredit usaha rakyat di wilayah Sumatera Utara wajib secara nyata dapat dinikmati oleh warga masyarakat yang membutuhkan.

"Saya juga mengingatkan, bahwa KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tidak boleh dibebani agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Saleh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index