JAKARTA- Juru taktik anyar Garudayaksa FC, Milos Joksic, menegaskan bahwa skuad asuhannya bukanlah tim yang dipandang sebelah mata (underdog) kala mengarungi persaingan sebagai klub pendatang baru di Super League 2026/2027.
"Saya datang ke sini bukan untuk berjuang menghindari degradasi. Saya mendengar ada yang menyebut kami sebagai underdog. Saya suka itu. Tetapi, kami bukan underdog. Itu pasti," kata Milos Joksic di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Usai menyabet gelar kampiun Championship 2025/2026, Garudayaksa FC kini mematangkan persiapan untuk melakoni laga perdana mereka sebagai tim promosi pada Super League 2026/2027.
Klub yang bermarkas di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat ini bakal memulai pertarungan pertama mereka pada Minggu (6/9/2026) melalui laga tandang menuju Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, demi menantang tuan rumah Java United.
Milos mengusung misi agar Garudayaksa mampu menyegel posisi di jajaran enam besar pada kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang baru pertama kali mereka cicipi tersebut.
Seluruh elemen di dalam klub, tegasnya, wajib memahami sasaran tersebut serta bekerja keras demi mewujudkannya.
"Mungkin target itu cukup tinggi, tetapi itulah sesuatu yang harus kami coba capai musim ini. Kami harus berjuang untuk itu," katanya.
Arsitek tim berkebangsaan Serbia yang secara resmi menangani Garudayaksa sejak 21 Juli 2026 itu menyatakan anak-anak asuhnya dilarang memosisikan diri sebagai tim underdog, layaknya penilaian banyak pihak.
"Tim saya harus memiliki kepercayaan diri, bermain cepat, melakukan umpan yang baik, dan mampu menguasai bola dengan baik. Saya percaya kepada tim saya," katanya.
Milos membeberkan bahwa skuadnya masih memerlukan sedikit jeda waktu lantaran proses kedatangannya bersama sejumlah pilar terbilang terlambat, sehingga masa persiapan menyongsong kompetisi belum sepenuhnya maksimal.
Ia pun memprediksi bahwa performa terbaik dari Garudayaksa belum akan tampak secara utuh pada tiga laga awal.
Kendati demikian, seusai melewati fase tersebut, skema permainan tim diyakini mulai terbentuk solid selaras dengan strategi yang disiapkan.
"Mulai Oktober, saya berharap sesuatu yang spesial akan terlihat dari tim ini," katanya.