JAKARTA - KAI Commuter membatalkan tiga perjalanan Commuter Line Red Line terhitung sejak 7 hingga 30 September 2026. Pihak KAI Commuter menegaskan bahwa pembatalan perjalanan tersebut tidak disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Tidak terkait dengan asap abu vulkanik,” tegas VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Karina menjelaskan, penyesuaian jadwal ini diberlakukan lantaran KAI Commuter sedang menggelar perawatan armada kereta rel listrik (KRL) secara intensif. Pemeliharaan tersebut dilaksanakan untuk menjamin aspek keselamatan perjalanan.
“Jadwal penyesuaian perjalanan Commuter Line Jabodetabek bersifat sementara waktu. Saat ini kami melakukan proses perawatan KRL secara intensif terhadap rangkaian yang ada, demi keselamatan perjalanan,” ujar Karina.
Tiga operasional yang dibatalkan yaitu KA 1157 rute Bogor-Jakarta Kota. Kereta ini umumnya bertolak dari Stasiun Bogor pada pukul 04.03 WIB.
Selanjutnya, KA 1007 rute Bogor-Manggarai yang diagendakan berangkat dari Stasiun Bogor pukul 05.36 WIB turut dibatalkan.
Satu jadwal perjalanan lainnya yang ditiadakan yakni KA 1195F rute Cilebut-Jakarta Kota. Kereta ini semula dijadwalkan meluncur dari Stasiun Cilebut pada pukul 06.22 WIB.
Karina menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas perubahan pola perjalanan ini. KAI Commuter memaklumi bahwa penyesuaian jadwal berpotensi mengganggu ritme aktivitas warga yang menggantungkan mobilitasnya pada KRL.
“Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Sehingga kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya.
KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk mengatur kembali jadwal keberangkatan mereka sepanjang periode penyesuaian.
Pembaruan informasi terkait jadwal serta operasional Commuter Line bakal disampaikan secara berkala lewat pengumuman di stasiun, di dalam kereta, hingga kanal media sosial resmi KAI Commuter.
“Kami himbau kepada para pengguna untuk dapat kembali menyesuaikan jadwal perjalanannya dan kami akan terus mengupdate jadwal dan operasional Commuter Line melalui pengumuman di Stasiun, di atas KA, maupun di seluruh kanal Media Sosial KAI Commuter,” tutur Karina.
Walaupun kebijakan pembatalan jadwal bukan dipicu abu vulkanik, KAI Commuter tetap mengimbau masyarakat pengguna jasa untuk menjaga kesehatan seiring adanya informasi pergerakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang tertiup angin.
Para penumpang Commuter Line disarankan memakai masker secara benar serta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak. Publik pun diminta senantiasa menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.