JAKARTA - Arema FC langsung menebar ancaman nyata pada awal langkah mereka di panggung Super League 2026-2027. Skuad berjuluk Singo Edan tersebut membuka kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air lewat kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada Jumat (4/9/2026) lalu.
Capaian tersebut mengantarkan Arema FC melesat ke posisi puncak klasemen sementara seusai seluruh sembilan laga pekan ke-1 rampung digelar.
Arema FC mengamankan tiga poin, tetapi unggul dalam selisih gol dibandingkan lima tim lain yang juga mengawali musim dengan torehan kemenangan.
Dalam duel kontra Isenmulang FC, Arema FC memperagakan efektivitas luar biasa dalam memaksimalkan situasi bola mati. Tiga dari empat gol yang mengoyak gawang Isenmulang bersumber dari skema set piece.
Efektivitas eksekusi bola mati tersebut bukanlah hal yang hadir secara mendadak. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, membeberkan bahwa Arkhan Fikri dan kawan-kawan telah mengasah beragam variasi set piece sejak musim lalu.
“Mengenai bola mati, semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip."
"Jika Anda memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Seperti yang Anda katakan tentang Arsenal, kami tidak baru memulai ini sekarang," ujar pelatih asal Brasil itu.
Efektivitas Jadi Perhatian
Menariknya, keunggulan 4-0 tidak serta-merta menjadikan Arema FC unggul di seluruh catatan statistik. Isenmulang justru sedikit lebih dominan dalam hal penguasaan bola dengan persentase 51 persen, sementara kubu tuan rumah mengemas 49 persen.
Akan tetapi, Arema FC terbukti jauh lebih efektif sewaktu memperoleh momentum serangan. Singo Edan melepaskan 15 tembakan dengan tujuh di antaranya meluncur tepat ke arah gawang. Di sisi lain, tim tamu membukukan 10 tembakan dan hanya tiga yang menemui sasaran.
Sementara dari aspek akurasi tembakan, Arema FC mencatatkan angka 54 persen, berbanding 38 persen milik Isenmulang. Tim tuan rumah juga memperoleh lebih banyak kans dari eksekusi sepak pojok sebanyak 10 kali, sedangkan Isenmulang mendapatkan lima kali.
"Musim lalu kami menciptakan banyak peluang namun mungkin tidak berbuah gol. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan, memikirkan lawan, pemain tinggi, pemain kecil, umpan pendek atau jauh," tutur Marcos Santos.
Marcos Santos tidak memandang pertandingan menghadapi Isenmulang sebagai tantangan yang mudah. Isenmulang merupakan kontestan promosi dari Liga 2 yang sanggup menyajikan perlawanan gigih, terutama memanfaatkan keunggulan fisik.
“Sangat sulit mengomentari pertandingan pertama ini. Tapi pemain saya, tim kerja saya menjalani pramusim yang berat dan mereka merespons dengan sangat baik pada pertandingan,” kata pelatih berusia 46 tahun itu.
Tak Ada Jaminan 11 Pemain Utama
Usai merayakan hasil manis di laga perdana, Arema FC kini langsung dihadapkan pada tantangan berikutnya. Pada pekan ke-2 Super League 2026-2027, Singo Edan bakal melakoni laga tandang menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, Minggu (13/9/2026) sore.
Marcos Santos belum memastikan apakah kesuksesan menundukkan Isenmulang bakal membuat susunan pemain dipertahankan. Namun, ia menegaskan bahwasanya tidak ada pemain yang mengantongi garansi sebagai starter sepanjang musim.
“Kami tidak punya '11 pemain inti' yang tetap. Kami memiliki grup yang sangat bagus dengan kualitas tinggi. Tidak masalah siapa yang mulai atau siapa yang di bangku cadangan," ujar Marcos Santos.
"Melawan Makassar, kami akan mempelajari mereka dan melihat strategi terbaik, apakah menggunakan striker murni atau tidak. Itu tergantung lawan, tapi kami akan selalu bermain ofensif dan menekan ke depan,” pungkasnya.
"Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi." Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT