JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Selasa (8/9/2026) di teritori positif pada level 6.686,44. Laju penguatan indeks kali ini turut didorong oleh lompatan harga sejumlah emiten papan atas seperti AMMN, BBRI, hingga MDKA.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terakselerasi 1,01 persen atau bertambah 66,76 poin menuju posisi 6.686,44. Pada pembukaan hari ini, indeks komposit mengawali langkah dari angka 6.639,51 dan sempat menyentuh rekor tertinggi hariannya di 6.696,28.
Sebanyak 363 saham terekam menguat, 244 saham terkoreksi, serta 185 saham bergerak stagnan, dengan nilai kapitalisasi pasar menembus Rp11.697,73 triliun.
Di jajaran saham berkapitalisasi besar (big caps), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni 5,90 persen ke posisi Rp4.670, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
(TLKM) yang menanjak 1,53 persen ke level Rp2.650. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut terangkat 1,19 persen menjadi Rp3.410.
Pada konstituen indeks LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melesat hingga 9,80 persen ke Rp560 per saham, kemudian disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang terkerek 8,33 persen menuju Rp3.120.
Sebelumnya, pada penutupan sesi I perdagangan hari yang sama, IHSG telah lebih dulu parkir di zona hijau dengan menguat 0,84 persen ke posisi 6.674,95.
Tren positif ini berjalan searah dengan dominasi aksi beli bersih (net buy) oleh investor mancanegara hingga pertengahan hari.
Investor asing terdata membukukan net buy tipis senilai Rp83,37 miliar pada perdagangan sesi I Selasa (8/9/2026). Saham BBCA dan BUMI mendominasi daftar volume transaksi pemodal luar negeri di seluruh pasar.
Merujuk catatan statistik Mirae Asset Sekuritas, akumulasi nilai beli investor asing sepanjang sesi I menyentuh Rp2,14 triliun, berbanding dengan total aksi jual sebesar Rp2,06 triliun.
Sektor perbankan baik BUMN maupun swasta, serta emiten pertambangan menjadi incaran utama para pemodal asing.
Saham BBCA memimpin nilai net foreign buy terbesar yaitu Rp112,57 miliar dengan volume 16,87 juta saham. Posisi berikutnya diisi emiten tambang tembaga dan emas AMMAN dengan serapan net buy asing Rp109,34 miliar untuk 24,03 juta saham.
Selanjutnya, saham BBRI mengantongi net buy sebesar Rp74,54 miliar (22,02 juta saham), diikuti emiten migas ENRG senilai Rp37,88 miliar (26,76 juta saham), serta RATU sebesar Rp26,39 miliar (5,58 juta saham).
Sebaliknya, aksi lepas saham oleh pemodal luar negeri mendorong net foreign sell tertinggi pada saham BUMI. Emiten tambang batu bara tersebut mencatatkan nilai lego asing senilai Rp103,43 miliar dengan volume mencapai 453,71 juta saham.
Saham TPIA mengekor di urutan berikutnya dengan net sell sebesar Rp48,76 miliar (24,73 juta saham), lalu disusul BBNI senilai Rp36,97 miliar (9,52 juta saham).