JAKARTA - Staf Ahli Bidang Regulasi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Nur Syarifah menegaskan bahwa pemerintah memberikan jaminan atas kelangsungan pendidikan tinggi usai musibah gempa bumi M7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemdiktisaintek merangkum bermacam aspirasi serta kebutuhan yang diutarakan pihak perguruan tinggi, sekaligus siap melakukan penyesuaian regulasi agar alur proses pembelajaran tetap berlanjut.
"Harapan pihak perguruan tinggi yang disampaikan sudah menjadi catatan bagi kami. Kami sudah mendiskusikan adanya kebutuhan untuk mengadaptasi regulasi agar pembelajaran tetap berjalan," kata Nur Syarifah dalam keterangan di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Nur menjelaskan bahwasanya jajarannya tengah memproses penyaluran bantuan untuk 5.000 mahasiswa yang terdampak musibah, seraya mengkaji dukungan bagi institusi perguruan tinggi swasta demi memfasilitasi pemulihan fasilitas pembelajaran maupun ruang laboratorium.
Sebagai wujud nyata menjaga kelangsungan pendidikan, bantuan dana pendidikan diserahkan kepada para mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terdampak bencana, sehingga mereka sanggup terus menempuh bangku perkuliahan di tengah masa pemulihan pascabencana.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menggarisbawahi bahwasanya pihaknya bertekad memastikan jaminan hak pendidikan bagi seluruh mahasiswa tetap terlindungi di situasi darurat.
"Kami ingin memastikan bahwa dalam situasi darurat sekalipun, hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan tetap harus dijamin dan tidak boleh putus sekolah. Pentingnya percepatan data mahasiswa terdampak yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi agar kebijakan dan dukungan dapat diberikan secara tepat," ujar Esti.
Esti menambahkan bahwasanya Komisi X DPR RI turut menekankan urgensi gotong royong antar-stakeholder untuk menjaga agar para mahasiswa tidak berhenti kuliah, salah satunya lewat formulasi skema keringanan hingga pembebasan biaya pendidikan bagi penyintas terdampak.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mematangkan alokasi bantuan beasiswa selama satu semester penuh bagi jajaran mahasiswa yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Brian mengutarakan bahwa hingga kini pihaknya konsisten merampungkan verifikasi data mahasiswa terdampak berkolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) beserta jajaran rektor perguruan tinggi di kawasan terdampak.
"Kami akan memberikan beasiswa untuk kali pertama ini kami berikan satu semester untuk mengurangi beban mereka. Jadi tahap pertama, kemarin data sudah ada sekitar 4.000-5.000 yang terdampak, itu akan kami berikan beasiswa," ucap Menteri Brian (28/8/2026).