JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyerahkan dukungan Program Beasiswa Vokasi dalam bentuk pelatihan keterampilan menjahit bagi 120 warga mustahik, yang resmi dibuka di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menerangkan bahwasanya agenda ini dapat terealisasi lewat optimalisasi alokasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kelolaan Baznas guna memberdayakan para mustahik agar menguasai keahlian kerja serta meraih kemandirian finansial.
"Inisiatif Beasiswa Vokasi ini ada berkat pengoptimalan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas untuk mencetak mustahik yang terampil dan nantinya bisa berdaya hingga menjadi muzaki," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Idy mengimbau segenap muzaki di wilayah Majalengka untuk menunaikan kewajiban zakat mereka melalui institusi resmi seperti Baznas demi menyokong program penanggulangan kemiskinan secara kian terorganisir.
Berdasarkan penjelasannya, penyaluran dana ZIS dari para muzaki Majalengka diharapkan mampu menopang keberlanjutan pelbagai program pemberdayaan warga seperti skema Beasiswa Vokasi tersebut.
"Kami mendorong para muzaki di Majalengka mempercayakan zakatnya ke lembaga resmi demi memperluas jangkauan program produktif, karena Baznas tidak mungkin mengentaskan kemiskinan tanpa sinergi bersama," ujar Idy Muzayyad.
Ketua Baznas Kabupaten Majalengka Agus Asri Sabana menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Majalengka dalam menyokong gerakan zakat lewat pengesahan Peraturan Bupati Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan ZIS DSKL.
"Program Beasiswa Vokasi ini hadir selaras dengan Program Matahati milik Bupati Majalengka untuk membuka akses pekerjaan yang layak secara merata bagi seluruh masyarakat," kata Agus.
Di samping itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan komitmennya untuk konsisten mendukung Baznas sebagai mitra strategis daerah dalam menuntaskan pelbagai masalah sosial sekaligus mempercepat pembukaan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Ia menaruh harapan agar program ini mampu beriringan dengan inisiatif Pemkab Majalengka lewat Program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi) guna mengakselerasi penyerapan tenaga kerja lokal secara transparan serta terbebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar.
"Kami berharap program Beasiswa Vokasi ini berjalan seiring dengan Program Matahati, sehingga adik-adik yang hari ini menjadi penerima manfaat kelak bisa mandiri dan bertransformasi menjadi muzaki," ucap Eman Suherman.