BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Diprediksi Tertiup ke Barat

BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Diprediksi Tertiup ke Barat
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto [FOTO: NET].

JAKARTA - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengutarakan bahwasanya pada periode musim kemarau saat ini, hembusan angin bergerak dari benua Australia menuju Asia, atau bertiup dari arah timur.

Dengan kondisi demikian, Guswanto menegaskan, seandainya Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, sebaran abu vulkaniknya diproyeksikan tertiup ke kawasan barat.

"Kalau arah angin kami bisa memprediksi secara umum ya, secara umum bahwa saat ini musim kemarau. Di mana musim kemarau itu anginnya angin timuran. Artinya angin dari Benua Australia itu bertiup menuju Asia," kata Guswanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

"Jadi, kalau meletusnya erupsi di Krakatau, harusnya ke wilayah barat ataupun naik sedikit ke utara gitu kan. Namun, kami bahwa atmosfer itu sangat kompleks. Jadi, perlapisan kami punya," sambung dia.

Guswanto membeberkan, pada peristiwa erupsi Anak Krakatau beberapa hari terakhir, terdeteksi dua kelompok klaster pergerakan abu vulkanik.

Pada ketinggian 50.000 feet, pergerakan sebaran abu vulkaniknya mengarah ke barat. Sementara itu, pada ketinggian 12.000 hingga 15.000 feet, pergerakan abu vulkanik berhembus ke arah timur.

"Nah, ke timur inilah yang menyebabkan terganggunya beberapa bandara terkait abu vulkanik," kata Guswanto.

Kendati demikian, Guswanto menegaskan bahwa paparan abu vulkanik tersebut diyakini tidak bakal mengarah menuju Jakarta lagi.

"Tetapi barangkali abu yang keluar sudah tidak ada lagi, sehingga kalau kami lihat daripada signification meteorologi arahnya itu tidak sampai ke Jakarta," imbuh dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index