JAKARTA - Elena Rybakina menorehkan sejarah baru bagi negara Kazakhstan lewat pencapaiannya sebagai petenis nomor satu dunia seusai mengalahkan Zheng Qinwen dalam laga perempat final US Open 2026 yang berlangsung di New York, hari Kamis waktu Indonesia bagian barat.
Sempat tertinggal pada set pertama, Rybakina bangkit membalikkan keadaan atas peraih medali emas Olimpiade asal Tiongkok tersebut dengan skor 3-6, 6-1, 6-4 melalui durasi pertandingan selama dua jam 14 menit.
Keberhasilan ini membawa Rybakina melangkah ke babak semifinal US Open untuk kali pertama sekaligus merebut posisi puncak peringkat teratas dunia dari tangan Aryna Sabalenka.
"Saya bangga sekali mewakili Kazakhstan," kata Rybakina seperti dikutip laman WTA.
Petenis putri tersebut resmi tercatat sebagai atlet ke-30 yang menduduki takhta peringkat pertama dunia semenjak sistem pemeringkatan diberlakukan mulai tahun 1975. Ia sekaligus menjadi perempuan asal Kazakhstan pertama yang berhasil menggapai posisi puncak tenis dunia.
Perjuangan Rybakina menaiki tangga juara ini ditempuh secara bertahap sejak pengujung musim kemarin, tatkala dirinya keluar sebagai kampiun di Ningbo pada bulan Oktober dan menyudahi tahun tersebut dengan membekuk Sabalenka di partai puncak WTA Finals Riyadh.
Memasuki permulaan tahun 2026, Rybakina kembali sukses menaklukkan Sabalenka dalam rangkaian turnamen Australian Open, sebelum kemudian menyabet gelar juara di Stuttgart pada bulan April.
Deretan hasil positif tersebut sukses memangkas selisih perolehan poin antara Rybakina dan Sabalenka secara konsisten.
Menjelang penutupan tahun 2025, Sabalenka memegang total 9.870 poin atau nyaris dua kali lipat dari raihan angka Rybakina yang berada di angka 4.350 poin. Berselang sembilan bulan kemudian, jarak perolehan tersebut terpangkas drastis hingga menyisakan selisih 414 poin saja.
Selama kurun waktu 52 pekan terakhir, Rybakina membukukan 62 kemenangan pada ajang level WTA, menjadi rekor terbanyak dibanding seluruh petenis lain dalam rentang waktu serupa.
Ia pun sukses menembus enam babak final, mengamankan empat titel juara, serta mencatatkan 16 kali kemenangan atas para pemain jajaran Top 10 dunia.
Setibanya di New York, langkah Rybakina sempat tersendat masalah cedera pergelangan kaki kiri, sampai-sampai harus menjalani serangkaian tes latihan guna memastikan kelayakannya bertanding pada turnamen Grand Slam pemungkas musim ini.
"Kami harus menguji kaki dan semuanya, jadi itu tidak mudah," ujar Rybakina.
Meski demikian, kendala fisik tersebut sama sekali tidak memengaruhi performanya di lapangan. Sepanjang empat pertandingan perdana, ia bahkan belum kehilangan satu set pun dan hanya melewati satu kali babak tie-break tatkala berjumpa Yuliia Starodubtseva pada putaran ketiga.
Tampilkan aksi terbaiknya sebelum fase perempat final tersaji tatkala ia menghadapi Naomi Osaka. Rybakina sukses melesakkan 29 winner serta tujuh ace untuk menumbangkan mantan ratu tenis dunia tersebut dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4.
Menghadapi Zheng, Rybakina sempat kehilangan set pembuka dengan kedudukan 3-6. Selepas itu, ia langsung merebut enam dari tujuh gim berikutnya demi memaksakan jalannya set penentuan ketiga.
Rybakina akhirnya memastikan keunggulan break manakala sang lawan melakukan kesalahan double fault, lalu menjaga keunggulan tersebut hingga keluar sebagai pemenang.
"Saya kira fokus utama saya dan tim adalah menjuarai turnamen ini, lalu peringkat akan mengikuti," kata Rybakina.
Pada babak semifinal nanti, Rybakina dijadwalkan bertarung melawan Coco Gauff. Sementara itu, Sabalenka bakal bersiap melakoni duel kontra Jessica Pegula.
Seiring dipublikasikannya daftar peringkat terbaru pada hari Senin (14/9), masa kepemimpinan Sabalenka selama 99 pekan beruntun sebagai petenis nomor satu dunia resmi berakhir.
Secara keseluruhan, Sabalenka telah menghabiskan total 107 pekan bertahta di posisi teratas sebelum akhirnya digantikan oleh Rybakina.