JAKARTA - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwasanya konsep Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) menjadi bentuk strategi penguatan postur militer yang unik sekaligus menyimpan nilai strategis tersendiri bagi Indonesia.
"Ini adalah satu batalion yang tidak ada di negara lain, batalion teritorial seperti ini," kata Sjafrie saat meninjau pembangunan pangkalan serta kesiapan personel Yonif TP 878/Galuh Pakuan di Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Sjafrie menerangkan bahwa pembentukan Yonif TP merupakan bagian dari agenda besar penguatan postur TNI yang dijalankan secara bertahap, meliputi penyiapan sarana infrastruktur, pembinaan personel, hingga pengembangan fungsi teritorial serta ketahanan pangan di wilayah sekitar.
Dalam peninjauan ke Yonif TP 878/Galuh Pakuan, ia meminta agar pembentukan dan tata kelola satuan tersebut dapat dijalankan secara maksimal demi memenuhi amanat pertahanan sekaligus pengabdian bagi masyarakat.
"Ini adalah kepercayaan pemerintah dan rakyat kepada kami. Jadi harus kami laksanakan dengan serius," ujar Sjafrie.
Kawasan pangkalan Yonif TP 878/Galuh Pakuan berdiri di atas area lahan sekitar 52 hektar. Beberapa fasilitas penunjang yang telah maupun sedang didirikan, di antaranya Markas Batalyon, kantor kompi, dapur, ruang makan, aula serbaguna, garasi kendaraan, perumahan prajurit, sarana olahraga, gudang, serta rencana pembangunan lapangan tembak.
Sjafrie menginstruksikan agar pembangunan ruang makan dan tempat pertemuan serbaguna disesuaikan dengan kapasitas jumlah personel di satuan tersebut.
Di samping itu, Sjafrie menegaskan pentingnya kepastian tata guna lahan latihan serta lapangan tembak guna menunjang kesiapsiagaan prajurit.
Terkait program ketahanan pangan, Sjafrie menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal yang selaras dengan karakteristik wilayah.
Yonif TP 878/Galuh Pakuan sendiri telah mulai menggarap sektor pertanian dan perikanan lewat penanaman jagung, padi gogo, pemanfaatan kolam ikan, hingga bidang peternakan.
Guna mendukung pemenuhan asupan gizi serta kesejahteraan para prajurit, Menhan menyarankan supaya pemilihan komoditas diprioritaskan pada jenis yang praktis dipelihara sekaligus memberikan hasil nyata secara langsung, seperti peternakan kambing perah maupun ayam petelur.
Sementara itu, pada bidang teritorial, Sjafrie menyambut positif pelbagai bentuk partisipasi prajurit dalam kegiatan patroli keamanan, pembersihan aliran sungai, perbaikan rumah ibadah, pelayanan kesehatan bagi warga, sampai kegiatan pendampingan di sekolah-sekolah.