JAKARTA - Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 kini telah memasuki tahap seleksi calon peserta oleh mitra perusahaan penyelenggara.
"Proses seleksi menjadi bagian penting untuk memastikan peserta mengikuti pemagangan sesuai bidang dan kebutuhan mitra penyelenggara,” ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan rencana, hasil seleksi tersebut bakal diumumkan pada pekan ini, tepatnya Jumat (18/9/2026).
Selanjutnya, calon peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mulai melaksanakan program pemagangan nasional di perusahaan pilihan masing-masing pada Senin (21/9/2026).
Darmawansyah berharap agenda pemagangan ini mampu menyajikan pengalaman kerja yang selaras dengan kapasitas kompetensi yang dimiliki para peserta.
Begitu pula bagi pihak perusahaan agar dapat menjaring tenaga magang terbaik yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi kebutuhan melalui program tersebut.
“Kami ingin pemagangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensinya. Karena itu, proses pemagangan harus memberikan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi peserta,” ujar Darmawansyah.
Tidak sekadar menyaring peserta, Kemenaker turut menyeleksi deretan lowongan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan. Posisi magang yang disediakan dipastikan telah sesuai dengan tingkat kompetensi para lulusan sarjana.
Kemenaker pun tidak segan mengeliminasi posisi-posisi yang dinilai kurang pas dengan jenjang pendidikan para lulusan perguruan tinggi.
Contohnya seperti posisi sales, customer service, maupun bidang lainnya yang dianggap kurang relevan bagi para lulusan sarjana.
Sebagai informasi, Program MagangHub sendiri telah diselenggarakan oleh Kemenaker selama dua tahun berturut-turut.
Apabila pada tahun sebelumnya kuota yang disediakan hanya berkisar 100.000 orang, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi 150.000 orang.
Penyerapan kuota 150.000 orang tersebut direalisasikan secara bertahap yang terbagi ke dalam tiga gelombang (batch).
Pada gelombang pertama, tahapan seleksi telah tuntas dilaksanakan dengan menyeleksi sekitar 46.160 peserta yang berhasil lolos, serta berhak menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan BUMN maupun instansi kementerian.
Para peserta kelak bakal memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang berlaku di lokasi perusahaan tempat mereka magang.