Qodari: Presiden Manfaatkan KTT BRICS Demi Kepentingan Nasional

Qodari: Presiden Manfaatkan KTT BRICS Demi Kepentingan Nasional
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menekankan langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menggunakan forum KTT BRICS 2026 di New Delhi untuk memperluas jangkauan kerja sama internasional bagi kepentingan nasional.

"Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan," kata Qodari dalam keterangannya dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Qodari menyampaikan bahwa langkah diplomasi tersebut dirancang supaya memberikan efek langsung bagi warga di dalam negeri, mulai dari pembukaan lapangan kerja sampai perbaikan kesejahteraan.

Pada sesi tertutup KTT BRICS yang berlangsung Sabtu (12/9), Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia enggan didikte oleh kekuatan mana pun. Pijakan utama kemandirian wajib dibangun dari dalam negeri lewat penyediaan pangan, ketahanan energi, pendidikan, serta peluang kemakmuran bersama.

Presiden Prabowo turut mengimbau seluruh negara anggota BRICS agar saling menopang demi mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil dan setara. Sikap Indonesia ditegaskan tetap sejajar dengan negara-negara lain saat merajut kerja sama internasional.

Qodari menerangkan bahwa upaya tersebut sejalan dengan asas politik luar negeri bebas aktif guna merintis kerja sama yang berlandaskan rasa saling percaya. Indonesia berkomitmen terus berkembang bersama tanpa perlu memihak atau bergantung pada satu kubu tertentu.

"Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri," tambah Qodari.

Langkah menjejaki kerja sama lebih jauh bersama BRICS dinilai sangat krusial di tengah kian rumitnya situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.

Diversifikasi mitra ekonomi menjadi taktik penting lantaran BRICS menguasai hampir setengah populasi dunia lewat keanggotaan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, serta Arab Saudi. Keanggotaan tersebut membuka pintu bagi Indonesia menuju akses jejaring ekonomi yang luas dan beragam.

Qodari melengkapi bahwa agenda diplomasi luar negeri tersebut tidak mengesampingkan perhatian Presiden Prabowo pada urusan domestik. Diplomasi dan urusan dalam negeri merupakan dua alat yang saling melengkapi demi menyejahterakan rakyat.

Pemerintah berjanji bakal mengawal realisasi dari setiap kesepakatan KTT BRICS supaya dampaknya bisa segera dirasakan secara riil oleh masyarakat.

"Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," kata Qodari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index