Pemerintah Targetkan Budi Daya Ikan Darat Tematik di 40.000 Lokasi

Pemerintah Targetkan Budi Daya Ikan Darat Tematik di 40.000 Lokasi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengutarakan bahwa pemerintah mematok target pengembangan budi daya ikan darat tematik di 40.000 lokasi demi memperkuat ketercukupan protein ikan nasional.

“Akan dibangun juga budidaya tematik 40.000 lokasi ya. Ada 40.000 lokasi dibangun tematik,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan budi daya ikan darat tematik di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Patokan target tersebut merupakan bagian dari program prioritas di sektor kelautan dan perikanan untuk kurun waktu 2026–2029.

Pihak KKP memaparkan bahwa budi daya ikan darat tematik bakal dikembangkan pada 40.000 titik yang tersebar di 500 kabupaten/kota.

Sementara untuk tahun 2026, pemerintah membidik pelaksanaan program tersebut di 4.000 lokasi di seluruh penjuru Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari pada 2 September 2026 menyebutkan bahwa pemerintah kala itu telah menjalankan program di sekitar 100 lokasi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Komoditas utama yang menjadi fokus budi daya meliputi ikan lele serta nila lantaran cenderung mudah dipelihara dan memiliki siklus panen yang relatif singkat.

Guna pelaksanaan di tahun 2026, pemerintah desa ditetapkan sebagai penerima manfaat program dan dapat mengikutsertakan masyarakat, kelompok warga, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hasil panen budi daya dirancang untuk disalurkan lewat koperasi atau lembaga pengelola menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar tradisional, pengusaha pengolahan, rumah makan, sampai jaringan ritel.

KKP menetapkan syarat dalam mekanisme pengusulan calon penerima, yakni kesiapan lahan milik maupun yang dikuasai oleh desa/kelurahan serta tersedianya pengelola yang kompeten menjalankan aktivitas budi daya.

Calon lokasi turut didata mengacu pada deretan aspek kesiapan, meliputi pasokan sumber air, kesesuaian tata ruang, aksesibilitas jalan, hingga ketersediaan jaringan listrik minimal 2.200 volt ampere (VA).

Dalam penerapan teknologi budi daya, KKP pun menyiapkan 40.000 unit mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS), yaitu sistem budi daya yang mengolah serta memanfaatkan kembali air demi mendukung produktivitas sektor perikanan pedesaan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwasanya teknologi tersebut bakal diimplementasikan di ratusan desa perikanan yang potensial.

“Kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia,” ujar Trenggono.

KKP merancang unit mini-RAS untuk komoditas nila dan lele, sementara arah pengembangannya ke depan juga mencakup jenis komoditas lain sesuai kebutuhan serta karakter wilayah.

Meski demikian, pemerintah dalam rapat koordinasi hari Selasa belum membeberkan secara terperinci mengenai alokasi unit mini-RAS yang bakal ditempatkan pada setiap titik lokasi program.

KKP menegaskan bahwasanya pengembangan budi daya ikan darat tematik difokuskan bukan sekadar untuk mendongkrak produksi ikan, melainkan juga menumbuhkan ekosistem ekonomi dari hulu sampai hilir, mencakup pembenihan, penyediaan pakan, pengolahan, hingga alur pemasaran hasil budi daya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index